| Bila bos tidak ada
|
sumber dari email
aku mencoba mengingat dan mencatat detik demi detik waktu yang kulalui ketika sempat
| Bila bos tidak ada
|
sumber dari email
In my place, in my place
Were lines that I couldn’t change
I was lost, oh yeah
I was lost, I was lost
Crossed lines I shouldn’t have crossed
I was lost, oh yeah
[Chorus]
Yeah, how long must you wait for him?
Yeah, how long must you pay for him?
Yeah, how long must you wait for him?
I was scared, I was scared
Tired and underprepared
But I wait for you
If you go, if you go
Leaving me here on my own
Well I wait for you
[Chorus]
Please, please, please
Come on and sing to me
To me, me
Come on and sing it out, out, out
Come on and sing it now, now, now
Come on and sing it
In my place, in my place
Were lines that I couldn’t change
I was lost, oh yeah
Oh yeah
Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati nyokapnya
pas ngelahirin dia.
Sejak itu bokapnya jadi amat sangat workaholic sekali dan nggak
married2 lagi.
Ini anak tapi baek hati dan lemah lembut walopun cuma
bareng pengasuh aja.
Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki.
Pengasuhnya ngadu ke bokapnya,"Tuan, nggak kasian sama den Bagus ?
Masa sepeda nggak punya... apa tuan juga nggak malu?"
Iya..nih..bokapnya tuh tajir banget deh. Punya sekian perusahaan..
maka
dipanggillah si anak, ditawarin mau sepeda yang kayak gimana merek
apa..dan si anak cuma bilang, "Nggak usah repot2 pi, aku dibeliin bola
item bola putih aja.."
Lho kok gitu? Bingung dong bokapnya. "Kenapa bola item dan putih?"
"Nggak usah diterangin deh pi. Kalo papi punya uang yaa..beliin itu
aja."
Yah, mengingat mereka nggak pernah ngobrol jadi papinya nerima2 aja.
Nggak berminat lanjutin, maka dibeliin lah tu anak sepeda generasi
terbaru saat itu, yang paling canggih, plus bola item dan bola putih.
Trus ni anak masuk SD lah. Pas itu musim sepatu roda. Sekian lama
pengasuh perhatiin, ni anak nggak minta2 dibeliin sepatu roda sama
papinya.
Sore2 cuma duduk aja. Sepedanya juga ditaruh di gudang. Lagi nggak
musim.
Pengasuhnya laporan pandangan mata dong ke tuannya hingga si anak
dipanggil lagi.
"Nak, kamu mau dibeliin sepatu roda kayak temen2 kamu? kok nggak
bilang2 papi. Nggak masalah cuma beli sepatu roda aja...".
Si anak bilang,"nggak pi, bola item dan bola putih saya udah rusak..
dibeliin lagi aja..nggak usah beli sepatu roda. Lagian lebih murah
bola kan pi?"
Yee..si papi geram dong. Ni anak ngeremehin papinya sendiri, atau sok
merendah ? So, tetep si papi beliin sepatu roda, plus bola item dan
bola putih.
Selang beberapa taun, ni anak masuk SMP. Cerita sama
terulang. Sekarang temen2nya musim rollerblade. Trend baru. Sementara
sore hari, dia masih setia sama sepatu rodanya.
Pas bokapnya pulang dari luar negri dan ngeliat anaknya doang yang
pake sepatu roda, si papi malu banget. Gila, rumah gedong, perusahaan
banyak, keluar negri terus...eeh anaknya ketinggalan jaman.
Besoknya, di kamar anaknya udah ada sepasang roller blade baru dengan
note: "Biar kamu nggak malu".
Malemnya di ruang kerja papinya ada note balesan: "Pi, kok nggak
Beliin bola item dan bola putih? Aku lebih suka itu."
Weleh, si papi pas liat note itu dongkol tambah bingung. Apaan sih
istimewanya bola item dan bola putih? Emang bisa bikin die beken atau
nge-tren? Besoknya dan besoknya lagi si papi berkali2 nemuin note
itu...hingga dia nggak tahan dan membelikan anaknya bola item dan bola
putih untuk kesekian kalinya. Bener, setelah dapet tu bola, si anak nggak
ngerongrong bokapnya lagi.
Pas SMA, yang jaraknya rada jauh, si anak masih berbis ria,temen2nya
udah ada yang bawa motor en mobil ke sekolahan.
Suatu hari, tumben papinya di rumah, si anak pulang dianterin temennya
yang mau ditebengin.
Papi malu banget. Masa cuma untuk anak satu nggak bisa beliin mobil?
Maka ditawarin anaknya. Si anak nolak dengan alasan mobil kurang
praktis, lagian pengen bola item bola putih aja. Si bapak nggak terima
penolakan. Karna anaknya udah gede, bisa berunding.
Hingga tercetus keputusan si anak dibeliin motor plus bola item dan
bola putih tentunya. Dan si bapak kesel juga donk.Udah berapa taun dia
beberapa kali beliin dua macem bola itu tanpa tau kenapa. Tapi si anak
nggak ada keinginan dan kemauan ngasih tau sih.
Hingga tibalah masa kuliah. Karna seneng dan bangga masuk PTN, si anak
dikadoin mobil. Sampe beberapa bulan si anak masih naek motoor aja.
Kuliah, pacaran, naek motor aja. Pacarnya juga bingung, kan dia punya
mobil? Ditanya sama pacarnya, dijawab, abis papi nggak beliin bola
item bola putih.
Nggak ngerti anak sendiri sih!
So, pas makan malem bersama, si pacar bilang sama papi, kenapa si om
nggak beliin bola item bola putih.
Si papi sebenernya sensitif sama para bola itu..huh..sampe pacar anak
gue nyuruh2..ditanya dong kenapa.
Si pacar bilang kalo mobilnya nggak akan dipake selama nggak dikasih
bola itu juga.
Papi bingung dong, di kamar anaknya udah segitu banyak bola item bola
putih. Buat apa sih, pikir papi. Tapi
demi gengsi, anak orang lho yang nanya, maka
besoknya udah ada bola item bola putih buat anaknya.
Suatu hari anaknya gaul ke puncak bawa mobil, sama pacarnya. Yah,
namanya anak muda, pas lagi di jalan, sipacar nyium dia en dia jadi
grogi dan kecelakaan!! ! Segera di bawa ke rumah sakit, si papi juga ditelpon
sama rumah sakitnya.
Tabrakannya parah. Mereka berdua nggak ada yang pake
seatbelt, yang cewek mati seketika dan ni cowok udah sekarat.
Si papi dateng ke RS.."gimana dok, anak saya?"
Dokter (dengan tampang empati penuh duka cita) :"Maaf pak, kami tidak
dapat berbuat banyak.. sepertinya memang sudah waktunya... sebaiknya
bapak manfaatkan waktu terakhir.."
Perlahan si bapak masuk, nyamperin anaknya. "Pap, maafin saya..nggak
hati2 bawa mobilnya.."
si anak juga nangis karna pacarnya nggak tertolong.
Si papi nenangin dia...akrablah dua manusia itu
beberapa saat. Hingga si papi beranggapan ini
saat terakhir. Dia inget penasaran dia tentang kenapa si anak selama
ini selalu minta bola item bola putih.
"Nak, maafin papi selama ini yang selalu sibuk..kamu jadi
kesepian..maafin papi, nak. Nggak sempet jadi orang tua yang baik."
Anaknya jawab,"nggak apa-apa pi, saya ngerti kok..Cuma sempet kesel
kalo papi punya uang lebih malah beliin yang macem2....saya cuma minta
bola item dan bola putih aja kan ?"
Si papi rasa timing-nya tepat nih, "KENAPA SIH KAMU SELALU MINTA BOLA
ITEM BOLA PUTIH... ADA APA DENGAN BOLA2 ITU sih...?"
(pembaca juga penasaran ya..?)
Si anak jawab dengan terpatah2 dan susah banget, abis udah sekarat dan
masanya udah hampir sampe...
"sebab pi...saya..saya. .saya..."
*hep..hep..hep*
Kepalanya rebah dan nafasnya ilang.
Si anak udah meninggal sebelum kasih tau papinya.
Nah, si papi aja yang udah hidup bareng anaknya bertahun tahun nggak
tau...apalagi saya yang cuma bercerita?
GIMANA? Kesel ngak sih? Tabokin aja yang pertama kali cerita,tapi
maapin yang "forward" in
karena saya juga korban nih, nggak enak jadi korban sendirian.
sumber: email
CINTA YANG SEJATI ITU
ADAKAH?
CINTA YANG SEJATI ITU
ADALAH
CINTA YANG TAK TERKALAHKAN
OLEH JARAK
CINTA YANG TAK TERKALAHKAN
OLEH WAKTU
CINTA YANG TAK TERKALAHKAN
OLEH EGO
CINTA YANG TAK TERKALAHKAN
OLEH UANG
CINTA YANG TAK TERKALAHKAN
OLEH KARIR
CINTA YANG TAK TERKALAHKAN
OLEH PENAMPILAN
CINTA YANG TAK TERKALAHKAN
OLEH PERSELINGKUHAN
CINTA YANG TAK TERKALAHKAN
OLEH APAPUN
CINTA YANG SEJATI ITU
LEBIH DARI SEKEDAR PENGORBANAN
KARENA PENGORBANAN
BISA DIKALKULASI
BISA DI UKUR DIPERHITUNGKAN
BERAPA BANYAK CINTA
AKHIRNYA MENJADI GONO GINI
CINTA YANG SEJATI ITU
ADAKAH?
MASIH PERLUKAH?
It is We who created you and gave you shape; then We bade the angels prostrate to Adam, and they prostrate; not so Iblis; He refused to be of those who prostrate
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka mereka pun besujud, kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud
(Allah) said : “What prevented thee from prostrating when I commanded thee?” He said: “I am better than he: Thou didst create me from fire, and him from clay.”
Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”
(Allah) said: “Get thee down from this: it is not for thee to be arrogant here: get out, for thou art of the meanest (of creatures).”
Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.”
He said: “Give me respite till the day they are raised up.”
Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.”
(Allah) said: Be thou among those who have respite.”
Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”
He said: “Because thou hast thrown me out of the way, lo! Iwill lie in wait for them on thy straight way:
“Then i will assault them from before them and behind them, from their right and their left: Nor wilt thou find, in most of them, gratitude (for the mercies).”
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
(Allah) said: “Get out from this, disgraced and expelled. If any of them follow thee,- Hell will fill with you all.”
Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya.”
(Al –Araf ayat 11 s/d 18)
itulah awalnya kita musuhan sama iblis......
Aisyah r.a berkata: Pada suatu malam, Rasulullah s.aw, keluar dari rumahku. Aku merasa cemburu kepadanya. Ketika beliau kembali dan melihat apa yang aku lakukan, beliau berkata, “Hai Aisyah, apakah engkau cemburu kepadaku?”
“Bagaimana orang seperti aku tidak cemburu kepada engkau, ya Rasulullah?” jawabku
“Mengapa begitu? Apakah setanmu telah menguasai dirimu?”
“Ya Rasulullah, apakah aku memiliki setan?”
“Benar!”
“Apakah semua orang ada setannya?”
“Benar!”
“Termasuk Rasulullah?”
“Benar. Tetapi, Allah menolongku dan setanpun mengaku kalah kepadaku.”
Rasulullah bersabda,
“Tiada seorang pun dari kalian, melainkan ia telah didampingi temannya dari jin (setan) dan dari malaikat.” Para sahabat bertanya: ‘Termasuk engkau yaa Rasulullah?’ Beliau menjawab, “Aku juga, tapi Allah azza wa jalla telah menolongku sehingga setan tidak membujukku kecuali dengan sesuatu yang benar.’ (HR MUSLIM)
Setan mengalir mengikuti aliran darah manusia, seperti dijelaskan, di dalam sabda Rasulullah saw:
“Setan mengalir di dalam tubuh anak Adam mengikuti aliran darah, dan aku khawatir bahwa setan akan menyuruh hatimu untuk berbuat kejahatan (HR BUKHARI DAN MUSLIM)
Begitu dekatnya setan kepada bani Adam, dan Allah telah mengetahui dengan pasti bahwa sekiranya bani Adam tidak dilindungi oleh Allah, maka ia akan tersesat dalam kebinasaan dan kekejaman iblis dan setan. Oleh karenanya Allah, memerintahkan hamba-Nya agar senantiasa masuk kedalam benteng perlindunganNya. Apalagi ketika beribadah kepadaNya, membaca ayat-ayat –Nya dan mengagungkan asma-Nya, sebagaimana firmanNya,
“Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Quran, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk (AN-NAHL 16:98)
Terlebaih lagi ketika matahari kembali ke peraduannya, maka Allah memerintahkan hambaNya agar segera berlindung didalam bentengNYa.
“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar) darikejahatan (mahluk yang) Dia ciptakan , dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki, apabila dia dengki” (AL-FALAQ 1-5)
Pada suatu malam iblis dan setan bergabung untuk menyerang Rasulullah saw,. Mereka datang dari gunung-gunung, diantara mereka ada yang membawa api untuk membakar Rasulullah. Maka, Malaikat Jibril segera datang lalu berkata kepada Nabi, “Wahai Muhammad bacalah! Rasulullah bertanya, “Apa yang harus aku baca?”
Malaikat Jibril mengulangi perintahnya, “Bacalah doa ini,
“Audzu bi kalimatillahi at-tammaati min syarri ma khalaqa wa dzara’a wa bara’a, wa min syarri ma yanzilu minas sama’I wa min syarri ma ya’ruju fiha, wa min syarri fitanillaili wan-nahari, wa min syarri kulli thariqin illa thariqan yathruqu bi khairin, ya Rahmanu ( Aku berlindung kepada Allah dengan kalimat-kalimatNya yang sempurna dari kejahatan mahlukNya, yang telah diijinkan, dan dari kejahatan-kejahatan yang naik kelangit ; dari kejahatan-kejahatan yang datang pada waktu malam pada waktu siang, kecuali yang datang dengan membawa kebaikan. Ya Allah Yang Maha Pengasih.” ) (HR AHMAD)
Iblis dan setan akan mendatangi setiap bani Adam dengan membisikkan tipu dayanya di dalam hati manusia dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjebak. Diantaranya “Siapakah yang menjadikan manusia?”
Manusia pun akan menjawabnya, “Allah azza wa jalla.”
Lalu iblis dan setan akan bertanya lagi, “Siapa yang menjadikan Allah?”
Inilah perangkap mereka. Ketika di dalam hatimu tebersit pertanyaan-pertanyaan itu, maka segerelah berlindunglah kepada Allah, dan tegaskan didalam hatimu, “Aku beriman kepada Allah dan RasulNya.”
Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda,
“Setan akan datang kepada salah seorang di antara kalian lalu berkata, “Siapa yang menciptakanmu?’ Ia menjawab, ‘Allah tabaraka wa ta’ala.’ Setan bertanya lagi, ‘Siapa yang menciptakan Allah?’ Apabila didalam hatimu terbersit pertanyaan seperti itu, segeralah berkata, ‘Aku beriman kepada Allah dan RasulNya, ‘Maka ucapan itu akan menyirnakan bisikan-bisikan itu.” (HR IBNU MAS’UD)
Setiap bani Adam mendapatkan dua bisikan, yaitu bisikan malaikat dan bisikan setan. Rasulullah saw, bersabda,
“Setiap anak Adam itu mendapat (dua bisikan) satu bisikan dari setan, dan satu bisikan dari malaikat. Adapun bisikan dari setan adalah bisikan yang menjanjikan segala kejahatan dan mendustakan segela kebenaran, sedangkan bisikan dari malaikat adalah bisikan yang menjanjikan segala kebaikan dan mengakui segela kebenaran. Barang siapa yang mendapatkan bisikan dari malaikat, maka panjatkanlah puji syukur kepada Allah, karena bisikan itu datang dari Allah swt. (Tetapi), barangsiapa mendapatkan bisikan setan (berupa kecenderungan hati kepada kejahatan) hendaklah kamu berlindung kepada Allah. ‘Kemudian beliau membaca firman Allah. ‘Setan menjanjikan (menakuti-nakuti) kemiskinan kepada mu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karuniaNya padamu,” (AL-BAQARAH 2:268.” (hr ibnu mas’ud)
Dari sabda Rasulullah dan firman Allah tersebut, dapat kita pahami bahwa setiap lintasan kehendak manusia yang cenderung kepada hal-hal yang bertentangan dengan perintah Allah, misalnya Allah memerintahkan hambaNya agar saling belas-kasih, saling menyayangi, saling menolong dalam kebenaran dan kebaikan, tapi terdapat kehendak yang berlawanan dalam hati kita, misalnya hati cenderung kikir, kurang simpatik, suka membenci, cenderung bersifat acuh-tak acuh atau masa bodoh terhadap kebaikan dan kebenaran, maka hal yang seperti merupakan dua bisikan yang dihayati oleh manusia, yaitu bisikan malaikat yang merupakan jalan sesat yang diembuskan setan ke dalam hati manusia.
Ketika seorang hamba merasakan bisikan malaikat, yaitu berupa kehendak hati yang memerintahkan kepada seluruh komponen tubuh untuk melakukan kebenaran dan kebaikan menurut ukuran syariat, maka Allah memerintahkan kita agar memanjatkan puji syukur kepada Allah, antara lain dengan mengucapkan,
“Subhanallah wal-hamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar (Mahasuci Allah, dan segala puji hanya bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar).”
Ketika seorang hamba merasakan bisikan setan, yaitu berupa kehendak hati yang memperlihatkan rasa kecenderungan hawa nafsu membenarkan atau menginginkan untuk melakukan sesuatu perilaku yang tidak terpuji, sperti kikir, iri hati, dengki, acuh tak acuh, keinginan mendekati dan melakukan zina, menindas sesama, berlaku semena-mena kepada orang lain, maka ketika kita merasakan bisikan yang seperti itu, segeralah berlindung kepada Allah dengan membaca,
“A’udzu billahi minasy-syaithanirrajim, la haula wa la quwwata illa billahil-‘aliyyil-‘azhim (Aku berlindung kepada Allah dari tipu daya setan yang terkutuk. Tidak adaa kekauatan bagi hamba sedikit pun kecualai kekuatan dari Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung).
Ada suatu kisah dalam suatu dialog antara guru dan murid di kalangan ulama salaf. Sang guru bertanya kepada muridnya, “Jika engkau berlalu di tengah-tengah gerombolan kambing yang sedang digembalakan tuannya, lalu anjing yang membantu penggembala mengonggongmu, atau menghalangimu untuk tidak melintas, bahkan mengejarmu hingga anjing itu merasa aman dari dirimu, apa yang harus engkau lakukan?”
“Saya akan mencoba untuk menghalau anjing semampu saya dan mengelaknya,” jawab si murid.
“Cara yang kamu tempuh itu akan memakan waktu yang lama karena anjing-anjing itu tetap akan memburumu hingga engkau jauh dari kambing-kambing itu. Padahal, jalan pintas yang seharusnya engaku lalui hanyalah di tengah gerombolan kambing itu. Mengapa engkau tidak meminta bantuan kepada penggembala kambing itu untuk menghalau anjing-anjingnya.agar engkau dapat melintasi jalan itu?” tegas sang guru.
“Saya akan menentangnya.: jawab si murid.
“Jika setan dan iblis datang lagi?”
“Saya akan tetap menentangnya.”
“Iblis dan setan akan tetap datang lagi.”
“Aku akan terus menentangnya.”
“Cara yang seperti itu akan memakan waktu yang panjang dan tidak akan ada habisnya. Mintalah perlindungan kepada Allah yang menciptakan iblis dan setan itu, niscaya dirimu akan dilindungiNya. Hanya Allah yang dapat melindungi Nya dari tipu daya setan dan iblis karena musuhmu itu sangat tangguh. Tanpa perlindungan Nya tidak seorangpun dapat lepas dari cengkraman mereka.” Demikian sang guru.
Syeh Abdul Faraj memberikan gambaran kepada kita. Beliau membuat perumpamaan, bagaimana perilaku iblis dan setan kepada oarang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang lalai penuh dosa. Bagi setan dan iblis, dosa bagikan roti, sedangkan iblis dan setan bagaikan anjing yang kelaparan. Bagi setan dan iblis, orang yang lalai beribadah dan gemar melakukan dosa laksana orang yang sedang duduk dan menggenggam banyak roti, kemudian anjing yang sedang kelaparan datang mengampirinya. Ketika anjing itu melihat roti digenggam orang tersebut, maka anjing itu mengonggong dan terus mengejar orang itu, meskipun berkali-kali orang itu menghalaunya.
Sementara ditangan orang-orang yang bertaqwa, tidak ada roti sedikitpun. Maka ketika anjing itu datang menghampiri dengan mudah mereka menghalaunya. Begitulah perumpamaan orang-orang yang bertaqwa. Jika setan dan iblis datang menghampirinya, mereka akan dengan mudah untuk menghalaunya, yaitu dengan zikrullah.
repost dari blog uwa
Tadi ngobrol sama ibu yang punya anak kelas 2 SD. Ibu tadi cerita, anaknya pulang sekolah nangis karena dikatain anak haram sama kakak kelasnya yang kelas 6.
Si Ibu komplain. Akhirnya si anak kelas 6 di tampar dimulut sama gurunya.
Si Ibu masih penasaran, terus anak kelas 6 itu ditanya, kenapa ngatain anaknya anak haram.
Jawabannya sungguh mengejutkan.
katanya: "aku kan punya pacar, terus sama teman² aku sama pacarku jadi suami istri, nah anak tante yang kelas dua itu jadi anak kami, tapi karena kami tidak menikah, jadinya kan anak itu anak haram, tante….."
(coba itu !!!!)
heboh ya anak sekarang, kebanyakan nonton sinetron. gawat nih.
|