Status di yahoo messenger mencerminkan karakter si pemilik id.
Ada yang serius, ada yang mellow, ada yang norak, ada yang asal, tapi banyak juga yang lucu, bikin senyum yang lihat, bahkan bisa bikin ngakak tertawa terbahak bahak.
ini beberapa contoh status ym beberapa orang teman :
" cinta itu seperti pipis di celana, orang lain bisa liat basahnya, tapi cuma kita yang bisa merasakan hangatnya"
hehehehehehe bener juga ya......
terus ada status ym lain, begini katanya :
"hidup tanpa rencana adalah rencanaku" nah lhoo? hihihihihi
nanti kalau ada yang lucu lagi ditambahin deh......
Showing posts with label dari hari ke hari ke hari. Show all posts
Showing posts with label dari hari ke hari ke hari. Show all posts
Sunday, September 07, 2008
Monday, August 18, 2008
JANGAN NGOBROL DI WC
Dalam WC umum di Bandara Narita, jepang, tiba tiba dari wc sebelah ada yang nanya pake bahasa betawi,
"lu masih mules?" katanya
awalnya kaget juga, ko orang disebelah tau aku dari jakarta dan juga tau aku lagi mules.
"iya nih mules" jawabku, trus dia ngomong lagi,
" lu sih bandel, kalo makan yang pedes mulu"
aku tambah kaget, kok dia tau aku suka makan pedes, trus aku jawab
"abis gue suka sih"
eh dia jawab lagi "kalo lagi sakit ya brenti dulu dong makan sambelnya"
aku jawab "iya ini juga udah ga makan sambel lagi"
Tiba tiba yang disebelah bilang "eh, nanti gue telpon lagi dari luar ye, ini yang di wc sebelah ada yang ikut ikutan jawab"
"lu masih mules?" katanya
awalnya kaget juga, ko orang disebelah tau aku dari jakarta dan juga tau aku lagi mules.
"iya nih mules" jawabku, trus dia ngomong lagi,
" lu sih bandel, kalo makan yang pedes mulu"
aku tambah kaget, kok dia tau aku suka makan pedes, trus aku jawab
"abis gue suka sih"
eh dia jawab lagi "kalo lagi sakit ya brenti dulu dong makan sambelnya"
aku jawab "iya ini juga udah ga makan sambel lagi"
Tiba tiba yang disebelah bilang "eh, nanti gue telpon lagi dari luar ye, ini yang di wc sebelah ada yang ikut ikutan jawab"
KK nya mana?
Kejadiannya waktu adikku mau bikin KTP pertama kalinya, dia pergi ke rumah pak Rt di antar seorang tetangga, setelah bertemu pak Rt nya adikku bilang
"Pak saya mau bikin KTP"
"KK nya mana? " tanya pak Rt
"Kakak saya ga ikut pak, ini di antar tetangga"
"Pak saya mau bikin KTP"
"KK nya mana? " tanya pak Rt
"Kakak saya ga ikut pak, ini di antar tetangga"
Sunday, August 17, 2008
KABAYAN UPACARA DI ISTANA
Kang kabayan siang ini patriotik sekali
baju kokonya warna merah, dan celana pangsinya warna putih
sudah seperti bendera siap di kerek ditiang jemuran
Walaupun tubuhnya basah kuyup berkeringat, tapi wajahnya sumringah
penuh kebanggaan, tidak seperti biasanya.
"Darimana kang?"
"Merdeka oom !!!!!" katanya sambil mengepalkan tinjunya ke udara
aku senyum saja melihatnya.
"baru pulang nih oom, tadi ikut upacara di Istana" jawabnya
"Kang kabayan diundang ke Istana?" tanyaku heran
"Ah ya nggak atuh oom, cuma diluarnya saja,
tapi bisa ikut merasakan khidmatnya upacara diIstana
bersama para pejabat tingggi dan tamu undangan lainnya"
melihat keringatnya yang bercucuran, ku ambilkan sebotol air dingin
dan buah buahan dari lemari es, sambil terus bercerita, kang kabayan minum air dan makan
buah buahan yang kusediakan.
"beda ya oom kalau ikut upacara di Istana, rasanya lebih gimana gitu, lebih khidmat, lebih
mantep, biar panas panasan juga ga terasa. Akang mah ngebayangin bagaimana dulu para
pahlawan berjuang merebut kemerdekaan dengan tarohan nyawanya, kalo cuma keringetan
kepanasan mah ga seberapa ya oom ya?"
"iya kang" jawabku sambil senyum melihat kabayan yang kelaparan menghabiskan beberapa buah
pisang.
selesai minum dan makan buah buahan, kang kabayan pamit pulang.
di teras rumah aku sempat bertanya
"ngomong ngomong kenapa harus pergi ke istana kang? kan bisa nonton di tv?"
sambil senyum cengengesan kabayan jawab
"kan tv nya udah dijual oom, buat bayar hutang"
dasar kabayan. MERDEKA KANG !
baju kokonya warna merah, dan celana pangsinya warna putih
sudah seperti bendera siap di kerek ditiang jemuran
Walaupun tubuhnya basah kuyup berkeringat, tapi wajahnya sumringah
penuh kebanggaan, tidak seperti biasanya.
"Darimana kang?"
"Merdeka oom !!!!!" katanya sambil mengepalkan tinjunya ke udara
aku senyum saja melihatnya.
"baru pulang nih oom, tadi ikut upacara di Istana" jawabnya
"Kang kabayan diundang ke Istana?" tanyaku heran
"Ah ya nggak atuh oom, cuma diluarnya saja,
tapi bisa ikut merasakan khidmatnya upacara diIstana
bersama para pejabat tingggi dan tamu undangan lainnya"
melihat keringatnya yang bercucuran, ku ambilkan sebotol air dingin
dan buah buahan dari lemari es, sambil terus bercerita, kang kabayan minum air dan makan
buah buahan yang kusediakan.
"beda ya oom kalau ikut upacara di Istana, rasanya lebih gimana gitu, lebih khidmat, lebih
mantep, biar panas panasan juga ga terasa. Akang mah ngebayangin bagaimana dulu para
pahlawan berjuang merebut kemerdekaan dengan tarohan nyawanya, kalo cuma keringetan
kepanasan mah ga seberapa ya oom ya?"
"iya kang" jawabku sambil senyum melihat kabayan yang kelaparan menghabiskan beberapa buah
pisang.
selesai minum dan makan buah buahan, kang kabayan pamit pulang.
di teras rumah aku sempat bertanya
"ngomong ngomong kenapa harus pergi ke istana kang? kan bisa nonton di tv?"
sambil senyum cengengesan kabayan jawab
"kan tv nya udah dijual oom, buat bayar hutang"
dasar kabayan. MERDEKA KANG !
KITA PERNAH MERDEKA
kita pernah merdeka
dulu
enam puluh tiga tahun lalu
ketika sang proklamator memproklamasikan kemerdekaan kita
dari penjajahan belanda dan jepang sesudahnya
setelah itu
lambat laun kita mulai dijajah kembali
dan sialnya kali ini kita dijajah oleh bangsa sendiri
para koruptor yang mengkorupsi harta negeri
para kroni pejabat tinggi yang menggerogoti negeri
pembodohan dan pengikisan moral oleh media informasi
jual beli hukum oleh mafia peradilan dan kejaksaan
para anggota dewan yang kehilangan kehormatan
kita pernah merdeka
dulu
enam puluh tiga tahun lalu
sekarang kita tidak boleh sakit
karena sakit mahal harganya
rumah sakit
hanya buat yang punya duit
sekolah sekarang hanya buat anak orang kaya
orang tak punya sekolah sekedarnya saja
jangan bermimpi kuliah di sekolah negeri
jatah kursi hanya untuk keluarga dekat para pejabat
sudahlah jadi buruh pabrik saja
atau jadi TKI di arab saudi
kita pernah merdeka
dulu
enam puluh tiga tahun lalu
sekarang kebanggan ku sebagai anak negeri
hilang
tercabut dari akarnya
pagi ini seorang penyiar radio dangdut tidak mampu menghapalkan bait bait teks proklamasi
padahal dia bilang sejarah itu penting dan dia juga bilang
dan bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.
aku teringat harry roesli
dalam sebuah lagunya dia bernyanyi
JANGANLAH MENANGIS INDONESIA......
maaf kang harry, ibu pertiwi diperkosa anak anaknya sendiri
menangis saja tidak mampu lagi
dulu
enam puluh tiga tahun lalu
ketika sang proklamator memproklamasikan kemerdekaan kita
dari penjajahan belanda dan jepang sesudahnya
setelah itu
lambat laun kita mulai dijajah kembali
dan sialnya kali ini kita dijajah oleh bangsa sendiri
para koruptor yang mengkorupsi harta negeri
para kroni pejabat tinggi yang menggerogoti negeri
pembodohan dan pengikisan moral oleh media informasi
jual beli hukum oleh mafia peradilan dan kejaksaan
para anggota dewan yang kehilangan kehormatan
kita pernah merdeka
dulu
enam puluh tiga tahun lalu
sekarang kita tidak boleh sakit
karena sakit mahal harganya
rumah sakit
hanya buat yang punya duit
sekolah sekarang hanya buat anak orang kaya
orang tak punya sekolah sekedarnya saja
jangan bermimpi kuliah di sekolah negeri
jatah kursi hanya untuk keluarga dekat para pejabat
sudahlah jadi buruh pabrik saja
atau jadi TKI di arab saudi
kita pernah merdeka
dulu
enam puluh tiga tahun lalu
sekarang kebanggan ku sebagai anak negeri
hilang
tercabut dari akarnya
pagi ini seorang penyiar radio dangdut tidak mampu menghapalkan bait bait teks proklamasi
padahal dia bilang sejarah itu penting dan dia juga bilang
dan bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.
aku teringat harry roesli
dalam sebuah lagunya dia bernyanyi
JANGANLAH MENANGIS INDONESIA......
maaf kang harry, ibu pertiwi diperkosa anak anaknya sendiri
menangis saja tidak mampu lagi
Thursday, August 14, 2008
KOTAK PENGADUAN
dibeberapa tempat umum, seperti PUSKESMAS, kantor pelayanan pajak, kantor kecamatan, dll biasanya disediakan KOTAK PENGADUAN.
Oom sih gak yakin ada yang pernah ngadu di kotak itu, kalau pun ada yang ngadu....apa ada yang perduli ?
Thursday, August 07, 2008
" eeh ketemu lagi......"
Setelah beberapa lama tak pernah kelihatan, tau tau dia muncul di teras depan rumah oom.
"punten oom, mau pinjem koran" katanya
Oom kaget campur seneng, kang Kabayan sudah pulang !
" Dari mana aja ari si kang? lama ga kliatan?"
dia cuma cengengesan seperti biasa, "abis keliling oom" jawabnya santai.
" Kemana aja kelilingnya kang? mau ngapain?"
" Tadinya sih niatnya mau jadi TKI ke Arab saudi oom, ada yang ngajak, tapi ga jadi"
" Kenapa ga jadi kang? kan enak kerja disana gajinya gede"
" Aneh oom zaman sekarang, orang mau nyari duit malah dimintain duit" jawab kang Kabayan,
"Kalau saya punya duit sebanyak yang diminta sih mendingan saya belikan kambing atuh oom, kan kalo punya kambing mah saya bisa jual kalau sudah banyak anaknya"
Aku tidak jawab argumentasinya, seperti biasa kabayan sedang memasuki alam nya sendiri yang beda jauh dengan alam kenyataan saat ini.
"Terus kemana lagi kang? kan ga jadi ke arab saudinya, tapi kok lama ga pulang pulang?"
Kang Kabayan mendadak ceria wajahnya "Taaah eta oom, karena gagal ke arab, trus saya teh mengembara ceritanya ke kampung kampung, sambil nyari kerja apa aja, bantuin buruh tani, bersihin pekarangan, sampai saya di satu kampung yang sedang ada perbaikan pesantren oom"
Ceritanya mulai menarik "Nah dikampung itu yang lamanya tuh oom, saya ngebantuin sampai selesai perbaikan musholla dan pasantrennya itu"
"Wah dapet banyak duit dong kang?" tanyaku memancing.
" Ih ari si oom, ini mah bayarannya bukan pake duit oom, santri santrinya aja gak pake bayar, di pesantren itu teh semua nya nyari sendiri oom"
"Maksudnya gimana tuhkang?"
" Iya, semua kebutuhan tiap hari kita usahakan sendiri, kita menanam padi, jagung, singkong, kita juga memelihara ikan, ayam, bebek dan lain lain, sebagian dimakan sebagian lagi dijual ke pasar, buat beli perlengkapan belajar."
"Wah hebat tuh kang" aku kagum mendengar ceritanya, " terus gimana kang?"
" terus saya diminta mengajar juga oom" kang kabayan minum air putih yang kusediakan, "ngajar bertani dan memelihara ternak, Alhamdulillah ilmu kampung bisa dipake heheuy...." kang kabayan dengan tawa khasnya.
"Tapi karena saya kasian sama nyi iteung, saya gak bisa lama lama disana oom, rencananya sih kalo diijinin sama abah dan ambu (mertuanya Kabayan) saya mau ajak keluarga saya pindah kesana oom, mau bantuin ngurus pasantren."
"Wah bagus tuh kang, niatnya bagus, mudah mudahan aja lancar rencananya" jawabku.
"Tapi aneh ya oom," hmm mulai lagi nih 'asal usil'nya kabayan, " Ada kyai dari pesantren lain dari kampung sabrang, yang marah marah karena santrinya banyak yang pindah, padahal kita kan gak nyari duit, kalo dipesantren kyai galak itu santrinya harus bayar oom, pake duit atau ayam, makanya banyak yang pindah setelah tau ada yang gratisan"
"Aneh ya oom , mau berbuat baik malah diomelin kyai"
oom gak bisa jawab, oom juga ga bisa ngebayangin kalau kang kabayan tau berapa biaya anak sekolah sekarang, apalagi disekolah favorit......selamat berjuang kang.
"punten oom, mau pinjem koran" katanya
Oom kaget campur seneng, kang Kabayan sudah pulang !
" Dari mana aja ari si kang? lama ga kliatan?"
dia cuma cengengesan seperti biasa, "abis keliling oom" jawabnya santai.
" Kemana aja kelilingnya kang? mau ngapain?"
" Tadinya sih niatnya mau jadi TKI ke Arab saudi oom, ada yang ngajak, tapi ga jadi"
" Kenapa ga jadi kang? kan enak kerja disana gajinya gede"
" Aneh oom zaman sekarang, orang mau nyari duit malah dimintain duit" jawab kang Kabayan,
"Kalau saya punya duit sebanyak yang diminta sih mendingan saya belikan kambing atuh oom, kan kalo punya kambing mah saya bisa jual kalau sudah banyak anaknya"
Aku tidak jawab argumentasinya, seperti biasa kabayan sedang memasuki alam nya sendiri yang beda jauh dengan alam kenyataan saat ini.
"Terus kemana lagi kang? kan ga jadi ke arab saudinya, tapi kok lama ga pulang pulang?"
Kang Kabayan mendadak ceria wajahnya "Taaah eta oom, karena gagal ke arab, trus saya teh mengembara ceritanya ke kampung kampung, sambil nyari kerja apa aja, bantuin buruh tani, bersihin pekarangan, sampai saya di satu kampung yang sedang ada perbaikan pesantren oom"
Ceritanya mulai menarik "Nah dikampung itu yang lamanya tuh oom, saya ngebantuin sampai selesai perbaikan musholla dan pasantrennya itu"
"Wah dapet banyak duit dong kang?" tanyaku memancing.
" Ih ari si oom, ini mah bayarannya bukan pake duit oom, santri santrinya aja gak pake bayar, di pesantren itu teh semua nya nyari sendiri oom"
"Maksudnya gimana tuhkang?"
" Iya, semua kebutuhan tiap hari kita usahakan sendiri, kita menanam padi, jagung, singkong, kita juga memelihara ikan, ayam, bebek dan lain lain, sebagian dimakan sebagian lagi dijual ke pasar, buat beli perlengkapan belajar."
"Wah hebat tuh kang" aku kagum mendengar ceritanya, " terus gimana kang?"
" terus saya diminta mengajar juga oom" kang kabayan minum air putih yang kusediakan, "ngajar bertani dan memelihara ternak, Alhamdulillah ilmu kampung bisa dipake heheuy...." kang kabayan dengan tawa khasnya.
"Tapi karena saya kasian sama nyi iteung, saya gak bisa lama lama disana oom, rencananya sih kalo diijinin sama abah dan ambu (mertuanya Kabayan) saya mau ajak keluarga saya pindah kesana oom, mau bantuin ngurus pasantren."
"Wah bagus tuh kang, niatnya bagus, mudah mudahan aja lancar rencananya" jawabku.
"Tapi aneh ya oom," hmm mulai lagi nih 'asal usil'nya kabayan, " Ada kyai dari pesantren lain dari kampung sabrang, yang marah marah karena santrinya banyak yang pindah, padahal kita kan gak nyari duit, kalo dipesantren kyai galak itu santrinya harus bayar oom, pake duit atau ayam, makanya banyak yang pindah setelah tau ada yang gratisan"
"Aneh ya oom , mau berbuat baik malah diomelin kyai"
oom gak bisa jawab, oom juga ga bisa ngebayangin kalau kang kabayan tau berapa biaya anak sekolah sekarang, apalagi disekolah favorit......selamat berjuang kang.
Friday, August 01, 2008
Hari Jum'at yang ..........
Hari ini aku pergi sholat Jum'at seperti biasa di Mesjid AnNur, Menteng dalam.
Sampai di Mesjid jam setengah dua belas, Mesjid masih kosong, baru ada beberapa orang yang sedang sholat sunnah, dzikir dan ada beberapa yang tidur tiduran menunggu waktu Sholat.
Tidak berapa lama ada beberapa orang menggotong keranda Jenazah, yang kemudian diletakkan di sudut ruang, sebelah depan.
Jam 12 kurang beberapa menit panitia membuat pengumuman, tentang beberapa kegiatan di mesjid Annur, juga tentang uang sumbangan Jum'at lalu yang jumlahnya makin menurun dari waktu waktu sebelumnya, Panitia juga memohon kesediaan jamaah semua untuk ikut menyolatkan jenazah selesai sholat jum'at nanti..
Sesosok jenazah didalam mesjid, tempatnya buat sholat, tapi harus disholatkan, Tidak mampu lagi sholat sendiri.
Pulang Sholat toko dibuka kembali, Cuma ada aku, Agus dan Andri, si Yadi sedang makan, si Nita sudah 4 hari tidak masuk sejak kakeknya meninggal , masih berkabung.
Andri dan Agus siap siap buka toko, aku langsung baca email dan beberapa folder pembukuan yang belum dikerjakan.
Tidak lama setelah toko buka si Andri pamit mau pulang ke bekasi, ada masalah utang piutang dengan leasing, katanya. Aku yang sudah mendengar sepintas masalahnya, mengijinkan dia pulang, tapi tiba tiba perasaanku tidak enak. Kubuka laci dan benar saja jumlah uangnya berkurang banyak, setelah kuhitung dengan si Yadi dan Agus ternyata kurang satu juta !
Alamak si Andri ! padahal tadi sholat Jum'atnya disebelah aku, langsung aku telpon ke rumahnya di bekasi, yang angkat telpon Mamahnya. Aku bilang sama Mamahnya si Andri
"Bu, Andri sedang dalam perjalanan pulang ke bekasi, tapi dia bawa uang toko tanpa permisi, tolong nanti kalau dia sampai suruh telpon ke toko" Aku yakin Mamahnya kaget, aku juga gak nyangka, ko tega ya.
2 jam kemudian si Andri telpon, awalnya mau membela diri, pura pura tidak tau ada masalah, tapi aku bilang "Andri jangan berputar putar ngomongnya, Bang iwan masih kasih kesempatan buat penyelesaian secara baik baik, jangan sampai melibatkan POLISI" dia mulai melemah "Kembalikan uangnya yang satu juta sekarang!" dia masih coba berkelit " cuma 700.000 bang ini masih ada di tas Andri" jawabnya.
"Andri ! kamu tau bang iwan kan? jangan coba coba ya? kembalikan sekarang!" telpon kututup.
Aku baru bisa makan siang setelah mendengar dia mengaku.
Selesai makan ku telpon lagi ke rumahnya di Bekasi, Mamahnya bilang Andri sedang ke tebet diantar Ayahnya.
Aku sedang sholat
ashar ketika dia datang. Selesai sholat dia mulai mendekat "Maapin Andri ya bang, Andri khilaf, sebenernya gak niat mau ngambil duit abang"
"Untung saja aku baru selesai sholat, jadi gak terlalu emosi, apalagi melihat Andri dan ayahnya yang ketakutan membuatku jadi gak bisa marah, tapi kujawab argumentasinya tadi soal "ga niat"
Aku bilang "Andri, niat itu kalau belum terjadi, kalau yang sudah terjadi ini bukan lagi niat, tapi sudah mencuri, dan yang kamu curi uangnya toko, tempat kamu kerja, kamu sudah menyakiti perasaan saya".
Akhirnya aku dan ayahnya bergantian menasehati andri agar dia memperbaiki akhlaknya, percuma saja cerdas dan pintar, jago service handphone tapi akhlaknya jelek.
Andri nangis gak berhenti sampai pamit pulang, aku bilang sama dia urusannya sama aku sudah selesai, tapi hak haknya ditoko nanti akan kuberikan selesai dihitung. Uang satu juta dia kembalikan, dan lalu mereka, ayah dan anaknya pamit pulang.
Hari jum'at yang heboh.
Sampai di Mesjid jam setengah dua belas, Mesjid masih kosong, baru ada beberapa orang yang sedang sholat sunnah, dzikir dan ada beberapa yang tidur tiduran menunggu waktu Sholat.
Tidak berapa lama ada beberapa orang menggotong keranda Jenazah, yang kemudian diletakkan di sudut ruang, sebelah depan.
Jam 12 kurang beberapa menit panitia membuat pengumuman, tentang beberapa kegiatan di mesjid Annur, juga tentang uang sumbangan Jum'at lalu yang jumlahnya makin menurun dari waktu waktu sebelumnya, Panitia juga memohon kesediaan jamaah semua untuk ikut menyolatkan jenazah selesai sholat jum'at nanti..
Sesosok jenazah didalam mesjid, tempatnya buat sholat, tapi harus disholatkan, Tidak mampu lagi sholat sendiri.
Pulang Sholat toko dibuka kembali, Cuma ada aku, Agus dan Andri, si Yadi sedang makan, si Nita sudah 4 hari tidak masuk sejak kakeknya meninggal , masih berkabung.
Andri dan Agus siap siap buka toko, aku langsung baca email dan beberapa folder pembukuan yang belum dikerjakan.
Tidak lama setelah toko buka si Andri pamit mau pulang ke bekasi, ada masalah utang piutang dengan leasing, katanya. Aku yang sudah mendengar sepintas masalahnya, mengijinkan dia pulang, tapi tiba tiba perasaanku tidak enak. Kubuka laci dan benar saja jumlah uangnya berkurang banyak, setelah kuhitung dengan si Yadi dan Agus ternyata kurang satu juta !
Alamak si Andri ! padahal tadi sholat Jum'atnya disebelah aku, langsung aku telpon ke rumahnya di bekasi, yang angkat telpon Mamahnya. Aku bilang sama Mamahnya si Andri
"Bu, Andri sedang dalam perjalanan pulang ke bekasi, tapi dia bawa uang toko tanpa permisi, tolong nanti kalau dia sampai suruh telpon ke toko" Aku yakin Mamahnya kaget, aku juga gak nyangka, ko tega ya.
2 jam kemudian si Andri telpon, awalnya mau membela diri, pura pura tidak tau ada masalah, tapi aku bilang "Andri jangan berputar putar ngomongnya, Bang iwan masih kasih kesempatan buat penyelesaian secara baik baik, jangan sampai melibatkan POLISI" dia mulai melemah "Kembalikan uangnya yang satu juta sekarang!" dia masih coba berkelit " cuma 700.000 bang ini masih ada di tas Andri" jawabnya.
"Andri ! kamu tau bang iwan kan? jangan coba coba ya? kembalikan sekarang!" telpon kututup.
Aku baru bisa makan siang setelah mendengar dia mengaku.
Selesai makan ku telpon lagi ke rumahnya di Bekasi, Mamahnya bilang Andri sedang ke tebet diantar Ayahnya.
Aku sedang sholat
ashar ketika dia datang. Selesai sholat dia mulai mendekat "Maapin Andri ya bang, Andri khilaf, sebenernya gak niat mau ngambil duit abang"
"Untung saja aku baru selesai sholat, jadi gak terlalu emosi, apalagi melihat Andri dan ayahnya yang ketakutan membuatku jadi gak bisa marah, tapi kujawab argumentasinya tadi soal "ga niat"
Aku bilang "Andri, niat itu kalau belum terjadi, kalau yang sudah terjadi ini bukan lagi niat, tapi sudah mencuri, dan yang kamu curi uangnya toko, tempat kamu kerja, kamu sudah menyakiti perasaan saya".
Akhirnya aku dan ayahnya bergantian menasehati andri agar dia memperbaiki akhlaknya, percuma saja cerdas dan pintar, jago service handphone tapi akhlaknya jelek.
Andri nangis gak berhenti sampai pamit pulang, aku bilang sama dia urusannya sama aku sudah selesai, tapi hak haknya ditoko nanti akan kuberikan selesai dihitung. Uang satu juta dia kembalikan, dan lalu mereka, ayah dan anaknya pamit pulang.
Hari jum'at yang heboh.
Wednesday, July 16, 2008
kangen euy
Malam ini entah kenapa oom kangen sama kang kabayan, karakter imajinasi oom yang sebetulnya tidak ada, tapi seperti sudah jadi satu pakem soal kabayan di kalangan penduduk jawa barat, kabayan dikenal malas, cerdas, dan baik hati sebuah kombinasi karakter yang aneh. Banyak sebetulnya yang mau oom bicarakan dengan kang kabayan, tentang masalah pribadi, masalah politik, ekonomi, budaya, olah raga, atau masalah apaaaaaaaaaaaa saja, dan sepeti biasanya kang kabayan sering memberikan jawaban yang inspiratif dan mengejutkan. Tapi akhir akhir ini kang kabayan seperti lenyap ditelan bumi, tidak ada yang tau kemana perginya, termasuk nyi iteung istrinyapun tidak tau kemana suaminya pergi.
pesasaan kangen yang aneh pada seseorang yang oom karang sendiri.
kang kabayan dimana ya? kangen nih euy
pesasaan kangen yang aneh pada seseorang yang oom karang sendiri.
kang kabayan dimana ya? kangen nih euy
JAWARA TI KULON (JAGOAN DARI BARAT)
Banten yang terletak di ujung barat pulau jawa dari dulu terkenal dengan cerita cerita magis, perdukunan, dan jawara atau jagoan. Oom lahir di kota Rangkas bitung, banten. Dan ketika oom kecil banyak sekali kejadian luar biasa di kota oom, antara lain cerita tentang pertarungan antar jawara bersaudara.
Begini ceritanya, ada seorang kakek mempunyai dua orang anak, si kakek ini meninggalkan warisan yang cukup banyak berupa sawah beberapa hektar. Di kampung, sawah itu salah satu ukuran kekayaan, makin banyak sawahnya, makin terpandang dia. dua orang anak si kakek tadi masing masing punya anak, anak pertama punya 7 anak semuanya laki laki dan semuanya jawara, anak ke dua punya dua anak yang juga jawara. Awalnya tidak ada masalah, ketika si kakek masih hidup semua patuh pada si kakek yang juga mantan jawara kolot, yang disegani. Masalah baru terjadi ketika si kakek meninggal, terjadilah perebutan warisan antara dua keluarga, masing masing tak ada yang mau mengalah. kyai, kepala desa, bahkan dari kepolisian dan koramil tidak ada yang bisa mendamaikan mereka, hampir tiap hari terjadi perselisihan, walaupun seringnya perang kata kata dan perang santet. Puncaknya terjadi pada suatu hari
kedua keluarga ini siap tanding duel di sawah warisan kakeknya, tujuh lawan dua.
Tidak ada yang berani mendekat, oom diceritakan oleh yang melihat dari kejauhan. pertempuran dimulai, seperti di film silat tapi ini nyata, tujuh jawara melawan dua jawara bersaudara misan hanya gara gara warisan, satu persatu korban berjatuhan, ada yang tangannya putus, ada yang lehernya kena bacok, diakhir cerita ketujuh bersaudara jawara dari anak pertama semuanya tewas dengan tubuh hancur dibabat golok lawannya yang misanannya sendiri, sedangkan dua jawara lawannya hanya sang kakak yang tangannya terluka ketika menangkap golok lawannya dengan tangan kosong, si adik yang ilmunya lebih tinggi selamat tak terluka sedikitpun. Sore itu Rangkas bitung gempar ! berduyun duyun mayat diusung memakai kain sarung dibawa melewati jalan utama untuk dibawa ke rumah sakit umum, banyak penonton yang histeris melihat jenazah para korban, terutama kaum wanita banyak yang pingsan. Itulah sebuah kisah dari banten yang oom ingat, sebuah kisah yang mengerikan.
Begini ceritanya, ada seorang kakek mempunyai dua orang anak, si kakek ini meninggalkan warisan yang cukup banyak berupa sawah beberapa hektar. Di kampung, sawah itu salah satu ukuran kekayaan, makin banyak sawahnya, makin terpandang dia. dua orang anak si kakek tadi masing masing punya anak, anak pertama punya 7 anak semuanya laki laki dan semuanya jawara, anak ke dua punya dua anak yang juga jawara. Awalnya tidak ada masalah, ketika si kakek masih hidup semua patuh pada si kakek yang juga mantan jawara kolot, yang disegani. Masalah baru terjadi ketika si kakek meninggal, terjadilah perebutan warisan antara dua keluarga, masing masing tak ada yang mau mengalah. kyai, kepala desa, bahkan dari kepolisian dan koramil tidak ada yang bisa mendamaikan mereka, hampir tiap hari terjadi perselisihan, walaupun seringnya perang kata kata dan perang santet. Puncaknya terjadi pada suatu hari
kedua keluarga ini siap tanding duel di sawah warisan kakeknya, tujuh lawan dua.
Tidak ada yang berani mendekat, oom diceritakan oleh yang melihat dari kejauhan. pertempuran dimulai, seperti di film silat tapi ini nyata, tujuh jawara melawan dua jawara bersaudara misan hanya gara gara warisan, satu persatu korban berjatuhan, ada yang tangannya putus, ada yang lehernya kena bacok, diakhir cerita ketujuh bersaudara jawara dari anak pertama semuanya tewas dengan tubuh hancur dibabat golok lawannya yang misanannya sendiri, sedangkan dua jawara lawannya hanya sang kakak yang tangannya terluka ketika menangkap golok lawannya dengan tangan kosong, si adik yang ilmunya lebih tinggi selamat tak terluka sedikitpun. Sore itu Rangkas bitung gempar ! berduyun duyun mayat diusung memakai kain sarung dibawa melewati jalan utama untuk dibawa ke rumah sakit umum, banyak penonton yang histeris melihat jenazah para korban, terutama kaum wanita banyak yang pingsan. Itulah sebuah kisah dari banten yang oom ingat, sebuah kisah yang mengerikan.
Monday, July 14, 2008
konyolnya orang gagap teknologi episode 2
di daerah pasar induk kramat jati lebih parah lagi kejadiannya, waktu itu sering terjadi gangguan dalam pengisian pulsa, kadang pengisian gagal, kadang berhasil tapi tidak ada konfirmasinya, nah pernah seorang kapolsek beli pulsa terus dia isi sendiri, isi pertama tidak ada jawabanl, diulang lagi, jawabannya PULSA YANG ANDA MASUKKAN SUDAH PERNAH DIGUNAKAN, tanpa banyak cingcong si pedagang dipukuli sampai babak belur, "lu jual voucher bekas ya?" klepak ! digampar lagi
"ampuuun Paaak, saya ga jual voucher bekas"
:eeeeeh masih mau ngelawan lu" dhier ! ditonjok lagi.
dengan keberanian yang tinggal sedikit sipedagang bilang "coba deh Bapak cek pulsa di hp bapak, udah nambah belom?"
Sesudah di cek ternyata pulsanya memang sudah nambah.
Jadi pengisian yang pertama sebetulnya sudah berhasil, tapi tanpa konfirmasi, artinya setelah pengisian pertama vouchernya memangh sudah ga ada isinya, makanya ketika di ulang lagi jawabannya PULSA YANG ANDA MASUKKAN SUDAH PERNAH DIGUNAKAN.
"ampuuun Paaak, saya ga jual voucher bekas"
:eeeeeh masih mau ngelawan lu" dhier ! ditonjok lagi.
dengan keberanian yang tinggal sedikit sipedagang bilang "coba deh Bapak cek pulsa di hp bapak, udah nambah belom?"
Sesudah di cek ternyata pulsanya memang sudah nambah.
Jadi pengisian yang pertama sebetulnya sudah berhasil, tapi tanpa konfirmasi, artinya setelah pengisian pertama vouchernya memangh sudah ga ada isinya, makanya ketika di ulang lagi jawabannya PULSA YANG ANDA MASUKKAN SUDAH PERNAH DIGUNAKAN.
Friday, July 11, 2008
TODAY IS THE DAY
Pagi ini aku bikin pipoy, adikku dan umi kaget luar biasa.
Tadinya mau telpon umi dulu, tapi hpnya non aktif, telpon Reni adik iparku juga non aktif, Pipoy adikku biasanya jam segini belum bangun, tapi karena gak tahan mau kasih kabar kejutan ini aku telpon juga hpnya pipoy,
"poy, umi dimana?"tanyaku
Dengan suara yang masih ngantuk pipoy jawab: " di tempatnya ong" (ong =diong= fadilla, adikku yang lain)
aku tarik nafas sebentar terus aku bilang " poy, doain ye, hari ini gw mau ngelamar "
pipoy ngomel "jangan becanda, gw baru bangun nih"
"Wallohi" jawabku. Pipoy kalang kabut ngomong apa aja aku lupa, tapi dia seneng banget kedengerannya. hiihihihihi baru 1 orang nih.
"poy, gw mau telpon umi dulu ya"
Hpnya umi masih non aktif, aku telpon Hp nya ong, Umi yang jawab, naaaaaah kebetulan.
"Hp umi low batt" katanya
"oOo pantesan" jawabku
ga pake basa basi langsung aku bilang: " umi minta doanya ya, hari ini iwan mau ngelamar"
"HAAAAAAAAAAAAAAH, siapaaaaaaaa yang mau ngelamar?"
"iwan lah, masa siapa"
"Maksud Umi masa kau sendiri?"
"Ini ngelamar anaknya dulu mi, kalau dia sudah setuju nanti kita rombongan ke rumahnya"
"ALHAMDULILLAAAAAAAAAAH Umi doakan semoga berhasil, yang anak sukabumi itu ya? kau sudah pernah ketemu?"
"Sudah dong sekali, kan dia pernah kerja disini"
"Alhamdulillaaaaaaaaah" Umi suaranya seneng banget. Aku senyum senyum aja ngebayangin hebohnya berita nanti siang.
Buat temen temen semua bantuin doanya juga ya, oom mau menyempurnakan ibadah.
Insya Allah
Tadinya mau telpon umi dulu, tapi hpnya non aktif, telpon Reni adik iparku juga non aktif, Pipoy adikku biasanya jam segini belum bangun, tapi karena gak tahan mau kasih kabar kejutan ini aku telpon juga hpnya pipoy,
"poy, umi dimana?"tanyaku
Dengan suara yang masih ngantuk pipoy jawab: " di tempatnya ong" (ong =diong= fadilla, adikku yang lain)
aku tarik nafas sebentar terus aku bilang " poy, doain ye, hari ini gw mau ngelamar "
pipoy ngomel "jangan becanda, gw baru bangun nih"
"Wallohi" jawabku. Pipoy kalang kabut ngomong apa aja aku lupa, tapi dia seneng banget kedengerannya. hiihihihihi baru 1 orang nih.
"poy, gw mau telpon umi dulu ya"
Hpnya umi masih non aktif, aku telpon Hp nya ong, Umi yang jawab, naaaaaah kebetulan.
"Hp umi low batt" katanya
"oOo pantesan" jawabku
ga pake basa basi langsung aku bilang: " umi minta doanya ya, hari ini iwan mau ngelamar"
"HAAAAAAAAAAAAAAH, siapaaaaaaaa yang mau ngelamar?"
"iwan lah, masa siapa"
"Maksud Umi masa kau sendiri?"
"Ini ngelamar anaknya dulu mi, kalau dia sudah setuju nanti kita rombongan ke rumahnya"
"ALHAMDULILLAAAAAAAAAAH Umi doakan semoga berhasil, yang anak sukabumi itu ya? kau sudah pernah ketemu?"
"Sudah dong sekali, kan dia pernah kerja disini"
"Alhamdulillaaaaaaaaah" Umi suaranya seneng banget. Aku senyum senyum aja ngebayangin hebohnya berita nanti siang.
Buat temen temen semua bantuin doanya juga ya, oom mau menyempurnakan ibadah.
Insya Allah
Tuesday, July 08, 2008
KEROKAN DI RUMAH SAKIT
Biarpun rumah sakit fatmawati cukup canggih teknologi medisnya, tapi buat penyakit masuk angin tetep pake terapi tradisionil: kerokan.
Mual mual dari pagi mungkin karena perut kosong dan kedinginan karena AC. Minum tolak angin tetep mual. Akhirnya minta si agus beli balpirik.
Balpirik datang koin buat kerokannya ga ada. Cari punya cari akhirnya ketemu kunci laci yg kepalanya dari plastik licin.
Jadilah kerokan pake kunci laci.
Untung dokternya ga datang pas lagi kerokan.. Tapi abis di kerok alhamdulillah mualnya hilang.
Mual mual dari pagi mungkin karena perut kosong dan kedinginan karena AC. Minum tolak angin tetep mual. Akhirnya minta si agus beli balpirik.
Balpirik datang koin buat kerokannya ga ada. Cari punya cari akhirnya ketemu kunci laci yg kepalanya dari plastik licin.
Jadilah kerokan pake kunci laci.
Untung dokternya ga datang pas lagi kerokan.. Tapi abis di kerok alhamdulillah mualnya hilang.
"dokter pernah liat ular lari?"
kejadiannya di Instalasi Gawat Darurat Rumah sakit fatmawati.
karena terkena stroke ringan oom jadi cadel, ngomongnya ga jelas terutama kalo menyebutkan huruf R, dokter datang meriksa tangan, kaki, mata, dan terakhir dokternya mau tes suara oom, dia suruh oom menirukan omongan dia, dia bilang "ular lari lurus"
Oom yang sakit tapi masih waras, terus oom balik tanya sama dokternya
"dokter pernah liat ular lari?, saya liat ular larinya belok belok dok, gak pernah lurus"
Dokternya mesem mesem salah tingkah.
karena terkena stroke ringan oom jadi cadel, ngomongnya ga jelas terutama kalo menyebutkan huruf R, dokter datang meriksa tangan, kaki, mata, dan terakhir dokternya mau tes suara oom, dia suruh oom menirukan omongan dia, dia bilang "ular lari lurus"
Oom yang sakit tapi masih waras, terus oom balik tanya sama dokternya
"dokter pernah liat ular lari?, saya liat ular larinya belok belok dok, gak pernah lurus"
Dokternya mesem mesem salah tingkah.
hari ini aku bangun lebih pagi dari matahari
Hari ini aku bangun lebih pagi dari matahari
dia belum datang, aku sudah menggoyang goyang kaki
berolah raga pagi di depan toko
udara cerah hari ini, langitpun terlihat bersih
tubuhku terasa sehat sekali, tidurku nyenyak malam tadi
hatiku pun sedang berbunga bunga, ada cinta yang sedang mampir lagi
setelah sakit mingu lalu, minggu ini kurasakan banyak cinta untukku
cinta dari sahabat, teman , dan kerabat.
Aku merasakan nikmat yang begitu hebat,
hilangnya selera makanku yang tanpa garam tergantikan nikmatnya perhatian dan kasih sayang sahabat sahabatku tersayang.
Salad ku dilarang pakai mayonaisse oleh idat, dan aku menurut
obatku harus rajin diminum nasihat semuanya, dan aku menurut
ah indahnya cinta sahabat sahabatku
perhatian dan doa nya membuatku merasa bersyukur
Cinta yang kurasa untuk seseorang, itu anugrah Tuhan
dan seperti biasanya aku tak pernah bisa memaksa cinta
kubiarkan dia mengalir dengan sendirinya
bila memang terbalas, biarlah cinta ku dan cintanya bertemu dengan sederhana
tanpa sensasi tanpa pura pura. Aku terlalu tua untuk bergaya seperti anak muda.
dia belum datang, aku sudah menggoyang goyang kaki
berolah raga pagi di depan toko
udara cerah hari ini, langitpun terlihat bersih
tubuhku terasa sehat sekali, tidurku nyenyak malam tadi
hatiku pun sedang berbunga bunga, ada cinta yang sedang mampir lagi
setelah sakit mingu lalu, minggu ini kurasakan banyak cinta untukku
cinta dari sahabat, teman , dan kerabat.
Aku merasakan nikmat yang begitu hebat,
hilangnya selera makanku yang tanpa garam tergantikan nikmatnya perhatian dan kasih sayang sahabat sahabatku tersayang.
Salad ku dilarang pakai mayonaisse oleh idat, dan aku menurut
obatku harus rajin diminum nasihat semuanya, dan aku menurut
ah indahnya cinta sahabat sahabatku
perhatian dan doa nya membuatku merasa bersyukur
Cinta yang kurasa untuk seseorang, itu anugrah Tuhan
dan seperti biasanya aku tak pernah bisa memaksa cinta
kubiarkan dia mengalir dengan sendirinya
bila memang terbalas, biarlah cinta ku dan cintanya bertemu dengan sederhana
tanpa sensasi tanpa pura pura. Aku terlalu tua untuk bergaya seperti anak muda.
Sunday, July 06, 2008
RUMAH SAKIT, RUMAHNYA ORANG SAKIT
Rumah sakit semewah apapun tempatnya bukan tempat yang tepat buat istirahat.
Oom sudah cerita tentang IGD (UNSTALASI GAWAT DARURAT) atau istilah lainnya
ER (emergency room), itu adalah tempat terburuk kedua setelah kamar mayat. Kalau kamar mayat isinya orang yang mati sedangkan IGD isinya orang yang segera mati dengan beberapa jenis sakaratul mautnya yang bisa bikin stress pasien lain yang gak terlalu parah.
yang agak mendingan adalah ruang perawatan, apalagi kalau kelas yang agak mahal, biasanya isinya cuma 2 tempat tidur atau bahkan cuma 1 tempat tidur, jadi pasiennya bisa lebih punya privacy, ga usah malu kalau mau pipis di pispot misalnya, ga ada yang liatin.
Tapi diruang VIP pun bukan tanpa gangguan sama sekali, oom kebetulan kemarin ga dapet kelas 3. 2. atau kelas 1. jadi "terpaksa" di kelas VIP, dari subuh sampai tengah malam berkali kali oom diganggu ketukan dipintu dan orang orang yang keluar masuk (bukan yang berkunjung)
Pagi jam 5 : "tok tok tok, permisi pa mau ukur tensi" nyawa belum nyambung tangan oom sudah diikat karet pengukur tekanan darah yang kalau dipompa karetnya makin ketat jepitannya, bukan cuma itu, ketiak oom juga dimasukkan termometer yang dingiiiin banget. its not a good way to beginning the day. sudah selesai? belum ! ga lama ada perawat lain yang datang "Pa suntik ya" gaya bahasanya sih minta ijin, tapi ga mungkin ditolak kan?
selesai sessi penyiksaan pagi oom bisa sedikit istirahat nerusin tidur yang tadi terganggu, gak lama sih paling 1 jam.
pagi jam 6: ""tok tok tok, permisi pa, mau mandi?" perawat yang bagian mandiin pasien datang. Hari pertama sih oom jawab "tidak suster, terima kasih" malu dong , masa udah gede dimandiin? Tapi hari kedua dan seterusnya terpaksa nurut, daripada gatel, mau mandi sendiri susah, ada jarum infus nancep di tangan. Mulailah si oom dimandiin kayak bayi, pertama mukanya di sabunin pake wash lap yang sudah direndam air hangat, terus dilap pake wash lap dingin, setelah selesai muka terus ke dada dan perut, terus disuruh miring, punggungnya juga
di lap, terus dada perut dan punggungnya di gosok minyak kayu putih kemuadian kaki dari bagian dengkul ke bawah, dengkul ke atas gak laaaaah kan pake kain sarung, selama dimandiin oom merem terus ga berani melek, malu gila.
pagi jam 7:"tok tok tok, permisi pa mau di pel kamarnya" karena sudah hilang ngantuk biasanya si OB oom ajak ngobrol, daripada iseng. oom tanya rumahnya dimana? ke kantor naik apa ? jam berapa nyampe? basa basi aja biat ga bete ga punya temen ngobrol.
Nah terus biasanya nonton TV deh liat berita dan gossip sambil nunggu sarapan datang.
sebetulnya sih sarapannya ga layak ditunggu, makanannya adem semua ga enak dimakan, oom bilang sama si DD "enakan makanan orang penjara cipinang kali ya?"
pagi jam 8:"tok tok tok, permisi pa mau ganti seprey" tiap hari diganti sepreynya.
Sesudah ganti seprey biasanya oom tidur lagi, sampai suster kepala kontrol pagi, nanya nanya, kondisinya gimana? minumnya banyak ga? pipisnya gimana? rutiiiiiin. o iya oom kan mulai dirawat hari sabtu, nah sabtu minggu dokternya holiday, ga ada dokter jadi ga bisa minta obat dan ga bisa curhat, 3 hari pertama oom ga dikasih obat cuma disuntik vitamin otak dan vitamin c, oom pernah becandain susternya minta vitamin c rasa mangga, eh oom dicuekin hihihihihihi.
siang jam 11: ini waktu yang paling ditunggu, jam besuk! orang sakit tuh seneeeeeeeeng banget kalo ada yang datang membesuk, merasa diperhatikan, merasa disayang, Umi oom paling yang rajin, tiap hari beliau datang, karena makanan rumah sakit adem, oom pernah minta dibikinin ponggol, makanan itulah yang menyelamatkan nafsu makan oom sampai pulang.
siang aga lumayan, jarang ada gangguan datang kecuali kalo bel buat manggil suster jatuh (sering banget bel itu jatuh) biasanya ga lama kemudian ada pengeras suara di kamar bunyi
"ADA YANG BISA DIBANTU PAAAAAAAAA}" suaranya kenceeeeng banget.
yang paling menyebalkan di hari ke tiga, malamnya oom disuruh puasa, besok mau diambil darah katanya, ya udah puasa deh sampe pagi, eh paginya nyawa masih separuh ON tangan oom udah ditusuk jarum suntikan cruss! "tahan ya pa sakit sedikit"
dalam hati oom ngomel "sakit sedikit ndasmu!" orang baru mendusin udah ditancep jarum!
Hari ke empat infus dicabut, tapi tangan oom ditusuk jarum lagi, katanya buat masukin obat via suntikan, tancep lagiiiiii. morfinis kalah nih lobangnya.
Hari kelima oom bete dikamar melulu, minta si agus minjem kursi roda, terus oom didorong ngiderin rumah sakit nyari tempat buat berjemur, aaaaaaaaaah nikmatnya sinar mentari pagi, oom merasa sehat sekali, sambil berjemur sambil senam ringan, satpamnya ngeliatin oom cuekin aja "siape lo?"
selesai berjemur oom balik kekamar, nunggu suster yang mandiin dan sarapan pagi.
Siangnya dokter datang, selesai dokternya meriksa oom bilang minta pulang. alhamdulillah diijinin. Oom telpon Umi, siangnya umi darang sama fauzan, adik oom. Pulangnya ga langsung ketoko, tapi ke rumahnya adik oom dulu jemput anak anaknya yang mau casting buat iklan TV, oom ikut ke tempat castingnya, sekalian refreshing, selesai casting oom diantar pulang ke tebet. And thats the end of the story.
( shirin keponakan oom dapat peran di iklan garnier yang baru liat deh, si DD bilang BU tuh oom, bibit unggul, ya iyalaaaaaah keponakan oom iwaaaan)
Oom sudah cerita tentang IGD (UNSTALASI GAWAT DARURAT) atau istilah lainnya
ER (emergency room), itu adalah tempat terburuk kedua setelah kamar mayat. Kalau kamar mayat isinya orang yang mati sedangkan IGD isinya orang yang segera mati dengan beberapa jenis sakaratul mautnya yang bisa bikin stress pasien lain yang gak terlalu parah.
yang agak mendingan adalah ruang perawatan, apalagi kalau kelas yang agak mahal, biasanya isinya cuma 2 tempat tidur atau bahkan cuma 1 tempat tidur, jadi pasiennya bisa lebih punya privacy, ga usah malu kalau mau pipis di pispot misalnya, ga ada yang liatin.
Tapi diruang VIP pun bukan tanpa gangguan sama sekali, oom kebetulan kemarin ga dapet kelas 3. 2. atau kelas 1. jadi "terpaksa" di kelas VIP, dari subuh sampai tengah malam berkali kali oom diganggu ketukan dipintu dan orang orang yang keluar masuk (bukan yang berkunjung)
Pagi jam 5 : "tok tok tok, permisi pa mau ukur tensi" nyawa belum nyambung tangan oom sudah diikat karet pengukur tekanan darah yang kalau dipompa karetnya makin ketat jepitannya, bukan cuma itu, ketiak oom juga dimasukkan termometer yang dingiiiin banget. its not a good way to beginning the day. sudah selesai? belum ! ga lama ada perawat lain yang datang "Pa suntik ya" gaya bahasanya sih minta ijin, tapi ga mungkin ditolak kan?
selesai sessi penyiksaan pagi oom bisa sedikit istirahat nerusin tidur yang tadi terganggu, gak lama sih paling 1 jam.
pagi jam 6: ""tok tok tok, permisi pa, mau mandi?" perawat yang bagian mandiin pasien datang. Hari pertama sih oom jawab "tidak suster, terima kasih" malu dong , masa udah gede dimandiin? Tapi hari kedua dan seterusnya terpaksa nurut, daripada gatel, mau mandi sendiri susah, ada jarum infus nancep di tangan. Mulailah si oom dimandiin kayak bayi, pertama mukanya di sabunin pake wash lap yang sudah direndam air hangat, terus dilap pake wash lap dingin, setelah selesai muka terus ke dada dan perut, terus disuruh miring, punggungnya juga
di lap, terus dada perut dan punggungnya di gosok minyak kayu putih kemuadian kaki dari bagian dengkul ke bawah, dengkul ke atas gak laaaaah kan pake kain sarung, selama dimandiin oom merem terus ga berani melek, malu gila.
pagi jam 7:"tok tok tok, permisi pa mau di pel kamarnya" karena sudah hilang ngantuk biasanya si OB oom ajak ngobrol, daripada iseng. oom tanya rumahnya dimana? ke kantor naik apa ? jam berapa nyampe? basa basi aja biat ga bete ga punya temen ngobrol.
Nah terus biasanya nonton TV deh liat berita dan gossip sambil nunggu sarapan datang.
sebetulnya sih sarapannya ga layak ditunggu, makanannya adem semua ga enak dimakan, oom bilang sama si DD "enakan makanan orang penjara cipinang kali ya?"
pagi jam 8:"tok tok tok, permisi pa mau ganti seprey" tiap hari diganti sepreynya.
Sesudah ganti seprey biasanya oom tidur lagi, sampai suster kepala kontrol pagi, nanya nanya, kondisinya gimana? minumnya banyak ga? pipisnya gimana? rutiiiiiin. o iya oom kan mulai dirawat hari sabtu, nah sabtu minggu dokternya holiday, ga ada dokter jadi ga bisa minta obat dan ga bisa curhat, 3 hari pertama oom ga dikasih obat cuma disuntik vitamin otak dan vitamin c, oom pernah becandain susternya minta vitamin c rasa mangga, eh oom dicuekin hihihihihihi.
siang jam 11: ini waktu yang paling ditunggu, jam besuk! orang sakit tuh seneeeeeeeeng banget kalo ada yang datang membesuk, merasa diperhatikan, merasa disayang, Umi oom paling yang rajin, tiap hari beliau datang, karena makanan rumah sakit adem, oom pernah minta dibikinin ponggol, makanan itulah yang menyelamatkan nafsu makan oom sampai pulang.
siang aga lumayan, jarang ada gangguan datang kecuali kalo bel buat manggil suster jatuh (sering banget bel itu jatuh) biasanya ga lama kemudian ada pengeras suara di kamar bunyi
"ADA YANG BISA DIBANTU PAAAAAAAAA}" suaranya kenceeeeng banget.
yang paling menyebalkan di hari ke tiga, malamnya oom disuruh puasa, besok mau diambil darah katanya, ya udah puasa deh sampe pagi, eh paginya nyawa masih separuh ON tangan oom udah ditusuk jarum suntikan cruss! "tahan ya pa sakit sedikit"
dalam hati oom ngomel "sakit sedikit ndasmu!" orang baru mendusin udah ditancep jarum!
Hari ke empat infus dicabut, tapi tangan oom ditusuk jarum lagi, katanya buat masukin obat via suntikan, tancep lagiiiiii. morfinis kalah nih lobangnya.
Hari kelima oom bete dikamar melulu, minta si agus minjem kursi roda, terus oom didorong ngiderin rumah sakit nyari tempat buat berjemur, aaaaaaaaaah nikmatnya sinar mentari pagi, oom merasa sehat sekali, sambil berjemur sambil senam ringan, satpamnya ngeliatin oom cuekin aja "siape lo?"
selesai berjemur oom balik kekamar, nunggu suster yang mandiin dan sarapan pagi.
Siangnya dokter datang, selesai dokternya meriksa oom bilang minta pulang. alhamdulillah diijinin. Oom telpon Umi, siangnya umi darang sama fauzan, adik oom. Pulangnya ga langsung ketoko, tapi ke rumahnya adik oom dulu jemput anak anaknya yang mau casting buat iklan TV, oom ikut ke tempat castingnya, sekalian refreshing, selesai casting oom diantar pulang ke tebet. And thats the end of the story.
( shirin keponakan oom dapat peran di iklan garnier yang baru liat deh, si DD bilang BU tuh oom, bibit unggul, ya iyalaaaaaah keponakan oom iwaaaan)
Saturday, July 05, 2008
sehat itu juga ujian, ujian yang lebih berat
- At 8:39am on June 30th, 2008,
dark_wanderer said…
- "Ternyata memang ujian dengan kemudahan itu lebih sulit dari ujian dengan kesulitan...", semoga dapet hikmah dengan ujian kesulitan oom dapati, semoga cepat sembuh.
Comment Back View Thread
Tepat sekali itu yang oom rasakan waktu sakit kemarin. Dimesjid Annur sebelum sholat jumat sering diucapkan oleh pengurus mesjid tentang nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat sehat, sehingga jamaah semua bisa datang menunaikan sholat jum'at. Tapi ternyata sehat itu bukan hanya nikmat, ternyata sehat itu juga ujian, dan kita manusia yang sedang sehat sering lupa kalau kita juga bisa sakit. Biasanya bila diuji dengan kesakitan, kesempitan, kekurangan, kelemahan kita lebih "mendekat" pada Allah, dzikirnya jadi rajin, sholatnya jadi sering, shaum nya mirip shaum nabi Daud, nah sebaliknya kalau sedang sehat, kalau banyak kesempatan, kalau sedang berlebihan, atau kalau sedang merasa kuat, ibadah kita sekedarnya saja, asal tunai kewajiban.
Itu juga yang oom alami, ketika sedang merasa sehat, suka lupa bahwa kesehatan itu ujian, makan semaunya, obat jarang diminum (padahal menurut seorang temen ym oom yang dokter bilang: Kudu kontrol teratur darah tinggi nya, G blh lepas obat,Darah tinggi g bs sembuh, Tp bs dikontrol) dan stress, oom gampang banget ngomel akhir akhir ini.
INsya Allah mulai sekarang oom akan lebih hati hati memilih makanan, minum obat yang teratur (tolong ingetin ya) dan menghindari stress.
O iya buat yang belum pernah di opname/ dirawat di rumah sakit, lebih murah menjaga kesehatan daripada bayar biaya rumah sakit, percaya deh. yuuk kita mulai hidup sehat.
sakit
awalnya
sabtu lalu tanggal 28 juni ba'da subuh oom tiduran sambil nonton tv, tiba tiba perut mules, oom mau ganti celana dengan kain sarung, TAPI ........BLANK!!!! disconnect. Otak dan indra yang lain ga nyambung, bingung, mau pake kain sarung aja ga ngerti caranya, mulai panik, tapi masih sadar berusaha tidak jatuh, akhirnya berhasil pakai kain sarung, tapi mulesnya hilang. Selanjutnya oom duduk di kursi panjang di dapurnya ibu odah, suara mulai cadel/pelo, ga jelas kata kata yang keluar, istighfar terus ga brenti, tasbih, tahmid, tahlil, takbir terus ajam itu kira kira jam setengah enam, blom ada yang bangun, si Agus karyawan oom masih tidur, ga lama bu odah bangun, oom panggil panggil tapi dia ga paham, omongan oom ga jelas, akhirnya bu odah bangunin si agus. oom minta hp sama si agus, pegang hp mulai telpon, pertama telpon kang ade, tukang pijit tuna netra langganan oom, trus telpon umi, umi panik. Kang ade datang duluan mulailah dipijit refleksi, "kakinya dingin" katanya. Waktu sedang dipijit umi datang sama fauzan, adik oom, rencananya langsung mau ke rumah sakit, tapi ditunda menunggu pijitnya selesai, alhamdulillah setelah dipijit kondisinya membaikm cadelnya berkurang, kata katanya mulai jelas, walau belum normal. selesai dipijit kami langsung berangkat ke rumah sakit fatmawati, di perjalanan cadelnya kambuh (selain cadel dan disconnect tidalk ada keluhan lain, ga lemes, ga keram, biasa aja)
d IGD (instalasi gawat darurat)
Begitu sampai dirumah sakit kami langsung ke instalasi gawat darurat (kalo ga perlu sebaiknya jangan masuk ruangan ini) isinya pasien yang baru masuk dengan segala macam kondisi yang darurat cenderung gawat.
Begitu masuk IGD oom langsung didatangi 2 orang perawat yang mengukur tensi dan temperatur, 160/90 shu 36.3. Kemudian langsung di tusuk jarum infus, susternya bilang, "tahan ya pak, tangannya dikepal tapi jangan ditarik" dasar si oom malah nyaut gini " alah cuma jarum suster, di palestine orang di bom" ( oom jadi inget emailnya huda ) susternya senyum senyum aja, kemudian disudut ruangan tiba tiba ada yang menangis menjerit jerit, rupanya ayahnya meninggal ( ruangan IGD isinya kira kira 20 tempat tidursemua penuh, ada yang jerit jerit, ada yang merintih gara gara minum garam inggris, perutnya mules 3 hari ga BAB).
oom tambah stress, umi dan fauzan adik oom ngurus administrasi dan lain lain, kemudian tempat tidur oom didorong masuk ruang radiologi (kalo ga salah) di rontgent dadanya kemudian di rekam jantung dengan alat yang menyeramkan, beberapa karet yang dihubungkan dengan kabel kabel di tempelkan di dada oom, terus ada 4 gelang besi yang dipasangkan di pergelangan tangan dan kaki, oom nyeleyuk lagi " tadi di foto, sekarang direkam waaah multimedia nih, suster nanti kirim ke email ya " susternya mesem doang, umi ketawa. disebelah oom yang mules karena makan garam inggris, ditemani istrinya mungkin, nangiiiis terus mules perutnya.
ga lama oom didorong ke ruang CT scan, mau direkam otaknya, diruang ini penuh perjuangan dan doa, kepala oom harus ditekan supaya nempel didudukan kepala buat CT scan, tetapiii karena punggung oom melengkung, susahnya minta ampun, udah diganjel segala macem tetep susah, stress karena susah di scan, oom minta pipis, dituntun fauzan dan perawatnya, dikamar mandi after pipis oom baru tau kalo oom ga bisa meludah, susaaaaaaaah banget, rupanya struktur mulutnya mencong di bagian dalam, makin ketauan waktu minum, airnya keluar dari mulut sebelah kiri, dalam hati oom menggumam " tenaaaaaaaaaaang masih iduup, belanda masih jauuuuuuuuuuh"
Akhirnya dengan seadanya oom di scan otaknya, alatnya seperti teleporter di film startrek, ada tempat tidur yang beroda yang bisa menggeser tubuh pasien masuk ke lorong berlampu terang, terus ada lampunya yang muter keliling memutari kepala.
Selesai di scan oom dibawa kembali ke IGD menunggu hasil scan dan lab, didorong sama perawat dan adik oom , fauzan, oom bilang sama adik oom, "an, di toko gw ada tuh scanner, tapi rusak" adik oom senyum senyum aja.
kembali ke IGD kembali stressnya nambah, denger suara jeritan dan tangisan, rameeee banget.
setelah menunggu sekitar 2 jam, datanglah hasil lab dan ct scan, kesimpulannya oom harus di opname sekitar 3 sampai 5 hari. Masuklah ke ruang anggrek vanda 3, ups ada yang terlewat, waktu di IGD oom mau telpon temen yang ada di phone book, yang terlihat pertama nomernya ibrahim bafagih, oom telpon baim, dengan suara yang masih cadel oom bilang oom masuk rumah sakit, baim suaranya panik, oom bilang tolong kasih tau yang lain, eh malah diposting di jamaah net .
di anggrek vanda 3
Kamarnya cuma buat 1 pasien, istilahnya VIP C, ada sofa buat yang nunggu, ada TV, pake AC, viewnya halaman rumah sakit yang tamannya asri, diluarnya ada musholla, kalo buat yang sehat sih nyaman, tapi buat oom yang lagi sakit tetep aja bete. telpon mulai sering berdering, dari teman, sanak family, Fahim, vhariz juga telpon, semua ga percaya si oom kena stroke ( sama, oom juga ga percaya, selama ini sehat sehat aja, paling pusing dikit)
Makan malam datang, nasinya nasi tim, lembek mirip bubur, lauknya beragam, ada daging di semur, tempe orik, sayur DAN SEMUA RASANYA ADEM. ( beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit lidah oom masih mati rasa)
MUlailah banyak yang datang besuk, pertama yang datang Muhammad Rashid Babsel, pulang kerja dia mampir, oom tanya dapat info dari siapa? dari fahim katanya.
O iya oom masuk rumah sakit hari sabtu, jadi dokternya libur sampai minggu, yang ada cuma dokter jaga, 3 hari oom ga dikasih obat, cuma infus dan obat suntik berupa vitamin otak dan vitamin c katanya.
sejak masuk ruang rawat oom sudah merasa sehatsemuanya sudah back to normal, kecuali bete, tvnya lokal semua ga ada cable, untung oom bawa hp yang bisa browsing, liat email, friendster, jamaah net, eh liat postingnya baim ternyata banyak yang reply mendoakan oom, oom nangis, terharu, bahagiaaaaaaa banget rasanya baca reply sahabat sahabat oom yang baik.
satu persatu keluarha besar oom datang, terutama adik adik oom yang datangnya ga ikut aturan jam besuk, di hari ke empat malah mereka datang jam 1 malam, oom udah ngantuk terpaksa bangun eh laper, oom bilang, "beliin makanan dong" akhirnya telpon 14045 mc D, oom cuma makan ayam + nasi, soft drinknya ga minum, hari ke lima dokternya datang periksa, oom minta pulang, bete kelamaan tiduran terus, terus di tes tangan kaki dan mata oom, akhirnya dokternya kasih ijin pulang. Alhamdulillah hidup lagi.
(masih ada beberapa cerita sekitar rumah sakit, tapi nanti aja ya, udah kebanyakan ngetik, capek, to be continue deh)
sabtu lalu tanggal 28 juni ba'da subuh oom tiduran sambil nonton tv, tiba tiba perut mules, oom mau ganti celana dengan kain sarung, TAPI ........BLANK!!!! disconnect. Otak dan indra yang lain ga nyambung, bingung, mau pake kain sarung aja ga ngerti caranya, mulai panik, tapi masih sadar berusaha tidak jatuh, akhirnya berhasil pakai kain sarung, tapi mulesnya hilang. Selanjutnya oom duduk di kursi panjang di dapurnya ibu odah, suara mulai cadel/pelo, ga jelas kata kata yang keluar, istighfar terus ga brenti, tasbih, tahmid, tahlil, takbir terus ajam itu kira kira jam setengah enam, blom ada yang bangun, si Agus karyawan oom masih tidur, ga lama bu odah bangun, oom panggil panggil tapi dia ga paham, omongan oom ga jelas, akhirnya bu odah bangunin si agus. oom minta hp sama si agus, pegang hp mulai telpon, pertama telpon kang ade, tukang pijit tuna netra langganan oom, trus telpon umi, umi panik. Kang ade datang duluan mulailah dipijit refleksi, "kakinya dingin" katanya. Waktu sedang dipijit umi datang sama fauzan, adik oom, rencananya langsung mau ke rumah sakit, tapi ditunda menunggu pijitnya selesai, alhamdulillah setelah dipijit kondisinya membaikm cadelnya berkurang, kata katanya mulai jelas, walau belum normal. selesai dipijit kami langsung berangkat ke rumah sakit fatmawati, di perjalanan cadelnya kambuh (selain cadel dan disconnect tidalk ada keluhan lain, ga lemes, ga keram, biasa aja)
d IGD (instalasi gawat darurat)
Begitu sampai dirumah sakit kami langsung ke instalasi gawat darurat (kalo ga perlu sebaiknya jangan masuk ruangan ini) isinya pasien yang baru masuk dengan segala macam kondisi yang darurat cenderung gawat.
Begitu masuk IGD oom langsung didatangi 2 orang perawat yang mengukur tensi dan temperatur, 160/90 shu 36.3. Kemudian langsung di tusuk jarum infus, susternya bilang, "tahan ya pak, tangannya dikepal tapi jangan ditarik" dasar si oom malah nyaut gini " alah cuma jarum suster, di palestine orang di bom" ( oom jadi inget emailnya huda ) susternya senyum senyum aja, kemudian disudut ruangan tiba tiba ada yang menangis menjerit jerit, rupanya ayahnya meninggal ( ruangan IGD isinya kira kira 20 tempat tidursemua penuh, ada yang jerit jerit, ada yang merintih gara gara minum garam inggris, perutnya mules 3 hari ga BAB).
oom tambah stress, umi dan fauzan adik oom ngurus administrasi dan lain lain, kemudian tempat tidur oom didorong masuk ruang radiologi (kalo ga salah) di rontgent dadanya kemudian di rekam jantung dengan alat yang menyeramkan, beberapa karet yang dihubungkan dengan kabel kabel di tempelkan di dada oom, terus ada 4 gelang besi yang dipasangkan di pergelangan tangan dan kaki, oom nyeleyuk lagi " tadi di foto, sekarang direkam waaah multimedia nih, suster nanti kirim ke email ya " susternya mesem doang, umi ketawa. disebelah oom yang mules karena makan garam inggris, ditemani istrinya mungkin, nangiiiis terus mules perutnya.
ga lama oom didorong ke ruang CT scan, mau direkam otaknya, diruang ini penuh perjuangan dan doa, kepala oom harus ditekan supaya nempel didudukan kepala buat CT scan, tetapiii karena punggung oom melengkung, susahnya minta ampun, udah diganjel segala macem tetep susah, stress karena susah di scan, oom minta pipis, dituntun fauzan dan perawatnya, dikamar mandi after pipis oom baru tau kalo oom ga bisa meludah, susaaaaaaaah banget, rupanya struktur mulutnya mencong di bagian dalam, makin ketauan waktu minum, airnya keluar dari mulut sebelah kiri, dalam hati oom menggumam " tenaaaaaaaaaaang masih iduup, belanda masih jauuuuuuuuuuh"
Akhirnya dengan seadanya oom di scan otaknya, alatnya seperti teleporter di film startrek, ada tempat tidur yang beroda yang bisa menggeser tubuh pasien masuk ke lorong berlampu terang, terus ada lampunya yang muter keliling memutari kepala.
Selesai di scan oom dibawa kembali ke IGD menunggu hasil scan dan lab, didorong sama perawat dan adik oom , fauzan, oom bilang sama adik oom, "an, di toko gw ada tuh scanner, tapi rusak" adik oom senyum senyum aja.
kembali ke IGD kembali stressnya nambah, denger suara jeritan dan tangisan, rameeee banget.
setelah menunggu sekitar 2 jam, datanglah hasil lab dan ct scan, kesimpulannya oom harus di opname sekitar 3 sampai 5 hari. Masuklah ke ruang anggrek vanda 3, ups ada yang terlewat, waktu di IGD oom mau telpon temen yang ada di phone book, yang terlihat pertama nomernya ibrahim bafagih, oom telpon baim, dengan suara yang masih cadel oom bilang oom masuk rumah sakit, baim suaranya panik, oom bilang tolong kasih tau yang lain, eh malah diposting di jamaah net .
di anggrek vanda 3
Kamarnya cuma buat 1 pasien, istilahnya VIP C, ada sofa buat yang nunggu, ada TV, pake AC, viewnya halaman rumah sakit yang tamannya asri, diluarnya ada musholla, kalo buat yang sehat sih nyaman, tapi buat oom yang lagi sakit tetep aja bete. telpon mulai sering berdering, dari teman, sanak family, Fahim, vhariz juga telpon, semua ga percaya si oom kena stroke ( sama, oom juga ga percaya, selama ini sehat sehat aja, paling pusing dikit)
Makan malam datang, nasinya nasi tim, lembek mirip bubur, lauknya beragam, ada daging di semur, tempe orik, sayur DAN SEMUA RASANYA ADEM. ( beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit lidah oom masih mati rasa)
MUlailah banyak yang datang besuk, pertama yang datang Muhammad Rashid Babsel, pulang kerja dia mampir, oom tanya dapat info dari siapa? dari fahim katanya.
O iya oom masuk rumah sakit hari sabtu, jadi dokternya libur sampai minggu, yang ada cuma dokter jaga, 3 hari oom ga dikasih obat, cuma infus dan obat suntik berupa vitamin otak dan vitamin c katanya.
sejak masuk ruang rawat oom sudah merasa sehatsemuanya sudah back to normal, kecuali bete, tvnya lokal semua ga ada cable, untung oom bawa hp yang bisa browsing, liat email, friendster, jamaah net, eh liat postingnya baim ternyata banyak yang reply mendoakan oom, oom nangis, terharu, bahagiaaaaaaa banget rasanya baca reply sahabat sahabat oom yang baik.
satu persatu keluarha besar oom datang, terutama adik adik oom yang datangnya ga ikut aturan jam besuk, di hari ke empat malah mereka datang jam 1 malam, oom udah ngantuk terpaksa bangun eh laper, oom bilang, "beliin makanan dong" akhirnya telpon 14045 mc D, oom cuma makan ayam + nasi, soft drinknya ga minum, hari ke lima dokternya datang periksa, oom minta pulang, bete kelamaan tiduran terus, terus di tes tangan kaki dan mata oom, akhirnya dokternya kasih ijin pulang. Alhamdulillah hidup lagi.
(masih ada beberapa cerita sekitar rumah sakit, tapi nanti aja ya, udah kebanyakan ngetik, capek, to be continue deh)
Saturday, June 21, 2008
Thursday, June 12, 2008
JANGAN KECAP
Ada pengalaman ga enak tentang bau masakan berbahan kambing. Prengus.
Tetapiiiiiiiii secara Abahnya si oom jualan sate kambing, jadinya terpaksa, eh salah, DIPAKSA suka daging kambing. Ceritanya suatu hari pas oom datang minta "jatah preman" ke rumah Abah, pas makan siang di siapin sate hati kambing (yang pastinya udah Abah pilihin). Nah di fait accomply kayak gitu mana bisa ngeles kan? ya udah terpaksa dimakan pelan pelan, ngunyahnya juga pelan pelan.......eladalah ko enak ! ya sudah ga pake lama sikat abis seporsi sate hati kambing (Abah ngintip dari balik pintu kamar tuh).
Well sejak saat itu ilang deh sikap patrioitik anti daging kambing dan berubah menjadi kambing meatlover, diapain aja semuanya suka, di sate, di sop, di gule maraq, di sambel goreng, di apain aja deh.........ga pake basa basi yahanu apa lagi malu malu.
Malam ini Pas ketika sholat isya lho kok jadi kangen 'jangan kecap', itu lho iga kambing dimasak kecap dengan campuran rempah rempah asal timur tengah yang bikin rasanya wuihh mantab !

Subscribe to:
Posts (Atom)