Monday, September 08, 2008
MUNGKINKAH RAMADHAN SETIAP BULAN ?
Dan itu rasanya enak sekali.
Kita merasa ringan, dengan membuat sedikit sekali kesalahan.
setiap gerak langkah kita jadi ibadah.
Tapi setelah ramadhan usai, kebanyakan kita kembali pada ritme rutin yang lama, pola hidup yang "normal"
Dan kita biasanya menunggu dan berharap, berjumpa lagi dengan ramadhan tahun depan.
Itupun kalau sempat, kalau dikasih kesempatan.
Pertanyaannya adalah...MUNGKINKAH RAMADHAN SETIAP BULAN ?
bisakah kita bertahan dengan suasana ramadhan dari syawal hingga sya'ban tahun depan?
Oom yakin kita sebetulnya bisa, tapi kita enggan. Dalam rutinitas hari hari, kita kembali tergoda setan.
Ada satu contoh, oom merokok sejak SD. tahun 1975 -76 oom sudah merokok sembunyi sembunyi. Sampai akhirnya berani terang terangan.
Tapi sejak Ramadhan 1988 oom berhenti merokok - sampai sekarang. Mencobanya lagi satu batang pun tidak pernah lagi, tidak ada minat.
Itu mungkin bisa dijadikan motivasi buat oom sendiri, untuk melepaskan kebiasaan buruk yang selama ramadhan ini bisa oom kendalikan, dibulan bulan kedepan. Semoga mulai sekarang, setiap bulan menjadi bulan Ramadhan, semoga setiap hari menjadi hari hari dengan pengendalian.
Saturday, July 05, 2008
sehat itu juga ujian, ujian yang lebih berat
- At 8:39am on June 30th, 2008,
dark_wanderer said…
- "Ternyata memang ujian dengan kemudahan itu lebih sulit dari ujian dengan kesulitan...", semoga dapet hikmah dengan ujian kesulitan oom dapati, semoga cepat sembuh.
Comment Back View Thread
Tepat sekali itu yang oom rasakan waktu sakit kemarin. Dimesjid Annur sebelum sholat jumat sering diucapkan oleh pengurus mesjid tentang nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat sehat, sehingga jamaah semua bisa datang menunaikan sholat jum'at. Tapi ternyata sehat itu bukan hanya nikmat, ternyata sehat itu juga ujian, dan kita manusia yang sedang sehat sering lupa kalau kita juga bisa sakit. Biasanya bila diuji dengan kesakitan, kesempitan, kekurangan, kelemahan kita lebih "mendekat" pada Allah, dzikirnya jadi rajin, sholatnya jadi sering, shaum nya mirip shaum nabi Daud, nah sebaliknya kalau sedang sehat, kalau banyak kesempatan, kalau sedang berlebihan, atau kalau sedang merasa kuat, ibadah kita sekedarnya saja, asal tunai kewajiban.
Itu juga yang oom alami, ketika sedang merasa sehat, suka lupa bahwa kesehatan itu ujian, makan semaunya, obat jarang diminum (padahal menurut seorang temen ym oom yang dokter bilang: Kudu kontrol teratur darah tinggi nya, G blh lepas obat,Darah tinggi g bs sembuh, Tp bs dikontrol) dan stress, oom gampang banget ngomel akhir akhir ini.
INsya Allah mulai sekarang oom akan lebih hati hati memilih makanan, minum obat yang teratur (tolong ingetin ya) dan menghindari stress.
O iya buat yang belum pernah di opname/ dirawat di rumah sakit, lebih murah menjaga kesehatan daripada bayar biaya rumah sakit, percaya deh. yuuk kita mulai hidup sehat.
sakit
sabtu lalu tanggal 28 juni ba'da subuh oom tiduran sambil nonton tv, tiba tiba perut mules, oom mau ganti celana dengan kain sarung, TAPI ........BLANK!!!! disconnect. Otak dan indra yang lain ga nyambung, bingung, mau pake kain sarung aja ga ngerti caranya, mulai panik, tapi masih sadar berusaha tidak jatuh, akhirnya berhasil pakai kain sarung, tapi mulesnya hilang. Selanjutnya oom duduk di kursi panjang di dapurnya ibu odah, suara mulai cadel/pelo, ga jelas kata kata yang keluar, istighfar terus ga brenti, tasbih, tahmid, tahlil, takbir terus ajam itu kira kira jam setengah enam, blom ada yang bangun, si Agus karyawan oom masih tidur, ga lama bu odah bangun, oom panggil panggil tapi dia ga paham, omongan oom ga jelas, akhirnya bu odah bangunin si agus. oom minta hp sama si agus, pegang hp mulai telpon, pertama telpon kang ade, tukang pijit tuna netra langganan oom, trus telpon umi, umi panik. Kang ade datang duluan mulailah dipijit refleksi, "kakinya dingin" katanya. Waktu sedang dipijit umi datang sama fauzan, adik oom, rencananya langsung mau ke rumah sakit, tapi ditunda menunggu pijitnya selesai, alhamdulillah setelah dipijit kondisinya membaikm cadelnya berkurang, kata katanya mulai jelas, walau belum normal. selesai dipijit kami langsung berangkat ke rumah sakit fatmawati, di perjalanan cadelnya kambuh (selain cadel dan disconnect tidalk ada keluhan lain, ga lemes, ga keram, biasa aja)
d IGD (instalasi gawat darurat)
Begitu sampai dirumah sakit kami langsung ke instalasi gawat darurat (kalo ga perlu sebaiknya jangan masuk ruangan ini) isinya pasien yang baru masuk dengan segala macam kondisi yang darurat cenderung gawat.
Begitu masuk IGD oom langsung didatangi 2 orang perawat yang mengukur tensi dan temperatur, 160/90 shu 36.3. Kemudian langsung di tusuk jarum infus, susternya bilang, "tahan ya pak, tangannya dikepal tapi jangan ditarik" dasar si oom malah nyaut gini " alah cuma jarum suster, di palestine orang di bom" ( oom jadi inget emailnya huda ) susternya senyum senyum aja, kemudian disudut ruangan tiba tiba ada yang menangis menjerit jerit, rupanya ayahnya meninggal ( ruangan IGD isinya kira kira 20 tempat tidursemua penuh, ada yang jerit jerit, ada yang merintih gara gara minum garam inggris, perutnya mules 3 hari ga BAB).
oom tambah stress, umi dan fauzan adik oom ngurus administrasi dan lain lain, kemudian tempat tidur oom didorong masuk ruang radiologi (kalo ga salah) di rontgent dadanya kemudian di rekam jantung dengan alat yang menyeramkan, beberapa karet yang dihubungkan dengan kabel kabel di tempelkan di dada oom, terus ada 4 gelang besi yang dipasangkan di pergelangan tangan dan kaki, oom nyeleyuk lagi " tadi di foto, sekarang direkam waaah multimedia nih, suster nanti kirim ke email ya " susternya mesem doang, umi ketawa. disebelah oom yang mules karena makan garam inggris, ditemani istrinya mungkin, nangiiiis terus mules perutnya.
ga lama oom didorong ke ruang CT scan, mau direkam otaknya, diruang ini penuh perjuangan dan doa, kepala oom harus ditekan supaya nempel didudukan kepala buat CT scan, tetapiii karena punggung oom melengkung, susahnya minta ampun, udah diganjel segala macem tetep susah, stress karena susah di scan, oom minta pipis, dituntun fauzan dan perawatnya, dikamar mandi after pipis oom baru tau kalo oom ga bisa meludah, susaaaaaaaah banget, rupanya struktur mulutnya mencong di bagian dalam, makin ketauan waktu minum, airnya keluar dari mulut sebelah kiri, dalam hati oom menggumam " tenaaaaaaaaaaang masih iduup, belanda masih jauuuuuuuuuuh"
Akhirnya dengan seadanya oom di scan otaknya, alatnya seperti teleporter di film startrek, ada tempat tidur yang beroda yang bisa menggeser tubuh pasien masuk ke lorong berlampu terang, terus ada lampunya yang muter keliling memutari kepala.
Selesai di scan oom dibawa kembali ke IGD menunggu hasil scan dan lab, didorong sama perawat dan adik oom , fauzan, oom bilang sama adik oom, "an, di toko gw ada tuh scanner, tapi rusak" adik oom senyum senyum aja.
kembali ke IGD kembali stressnya nambah, denger suara jeritan dan tangisan, rameeee banget.
setelah menunggu sekitar 2 jam, datanglah hasil lab dan ct scan, kesimpulannya oom harus di opname sekitar 3 sampai 5 hari. Masuklah ke ruang anggrek vanda 3, ups ada yang terlewat, waktu di IGD oom mau telpon temen yang ada di phone book, yang terlihat pertama nomernya ibrahim bafagih, oom telpon baim, dengan suara yang masih cadel oom bilang oom masuk rumah sakit, baim suaranya panik, oom bilang tolong kasih tau yang lain, eh malah diposting di jamaah net .
di anggrek vanda 3
Kamarnya cuma buat 1 pasien, istilahnya VIP C, ada sofa buat yang nunggu, ada TV, pake AC, viewnya halaman rumah sakit yang tamannya asri, diluarnya ada musholla, kalo buat yang sehat sih nyaman, tapi buat oom yang lagi sakit tetep aja bete. telpon mulai sering berdering, dari teman, sanak family, Fahim, vhariz juga telpon, semua ga percaya si oom kena stroke ( sama, oom juga ga percaya, selama ini sehat sehat aja, paling pusing dikit)
Makan malam datang, nasinya nasi tim, lembek mirip bubur, lauknya beragam, ada daging di semur, tempe orik, sayur DAN SEMUA RASANYA ADEM. ( beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit lidah oom masih mati rasa)
MUlailah banyak yang datang besuk, pertama yang datang Muhammad Rashid Babsel, pulang kerja dia mampir, oom tanya dapat info dari siapa? dari fahim katanya.
O iya oom masuk rumah sakit hari sabtu, jadi dokternya libur sampai minggu, yang ada cuma dokter jaga, 3 hari oom ga dikasih obat, cuma infus dan obat suntik berupa vitamin otak dan vitamin c katanya.
sejak masuk ruang rawat oom sudah merasa sehatsemuanya sudah back to normal, kecuali bete, tvnya lokal semua ga ada cable, untung oom bawa hp yang bisa browsing, liat email, friendster, jamaah net, eh liat postingnya baim ternyata banyak yang reply mendoakan oom, oom nangis, terharu, bahagiaaaaaaa banget rasanya baca reply sahabat sahabat oom yang baik.
satu persatu keluarha besar oom datang, terutama adik adik oom yang datangnya ga ikut aturan jam besuk, di hari ke empat malah mereka datang jam 1 malam, oom udah ngantuk terpaksa bangun eh laper, oom bilang, "beliin makanan dong" akhirnya telpon 14045 mc D, oom cuma makan ayam + nasi, soft drinknya ga minum, hari ke lima dokternya datang periksa, oom minta pulang, bete kelamaan tiduran terus, terus di tes tangan kaki dan mata oom, akhirnya dokternya kasih ijin pulang. Alhamdulillah hidup lagi.
(masih ada beberapa cerita sekitar rumah sakit, tapi nanti aja ya, udah kebanyakan ngetik, capek, to be continue deh)
Monday, January 14, 2008
I LOVE YOU
Itulah sebabnya orang tua kadang beda pendapatnya dengan anak dalam menentukan pasangan pilihan buat anaknya. Setiap orang tua menginginkan kebahagiaan buat anaknya, walau sering anaknya tidak memahami kemauan orang tua. Beda cara pandang, beda pola pikir. Kadang ketika cinta sedang membara, pada saat yang sama orang tua terasa tak suka pada pujaan hati anaknya, di saat itulah konflik sering terjadi. Bam !
Anak: "Dasar orang tua ga pernah mau ngerti, kayak ga pernah muda aja !"
Ortu: "Dasar anak kecil, cinta cinta melulu, memangnya mau makan cinta !"
itulah. Dua duanya ga saling ngerti, ga nyambung. tulalit.
Masalahnya sebetulnya sederhana, komunikasi.
Ada banyak cara untuk menyampaikan maksud hati, misalnya dengan cara: "Mama Papa ini aku anakmu, yang ingin merasakan kebahagiaan cinta dalam hidupku, walaupun mungkin itu tak kan lama". Biarkan orang tua kita mengetahui apa yang kita inginkan, tapi pergunakanlah cara yang tidak membuat mereka tersinggung, atau marah, karena sikap mereka itu semata hanya untuk melindungi anaknya, bayi kecilnya yang ternyata kini sudah beranjak dewasa dan bahkan sudah mulai mengenal cinta. Tapiiiii ....... itu semua tergantung pada pilihan kita sendiri dalam hidup, apakah kita mau mencobanya?
Karena sesungguhnya memang harus ada pengikat lain dalam suatu hubungan, bukan hanya cinta. Jangan hanya cinta. Karena cinta itu rasa, dan rasa bisa berubah. Bila saat itu datang, pengikat yang lain akan menyelamatkan hubungan.
Ada banyak hal yang terjadi dalam hidup seiring perjalanan waktu. Pada saat saat tertentu mungkin terjadi ke tidak cocokan, pertengkaran, yang mengarah pada saling menyakiti.
Pada saat seperti itu cobalah untuk jaga jarak. Review apa yang telah dan sedang terjadi. Masihkah berharga untuk dipertahankan?
Aku ingat sebuah kalimat bijak yang katanya "perpisahan yang sehat lebih baik daripada hubungan yang sakit"
Wednesday, January 09, 2008
PUISI KASIH SAYANG BUAT EYANG
eyang sekarang sedang menunggu waktu
entah kapan
yang menjemput eyang akan datang
eyang memang banyak yang sayang
tapi juga banyak yang berang sama eyang
karena dulu
sewaktu eyang masih perkasa
banyak yang kesakitan
terinjak sepatu eyang
sekarang eyang terbaring tak berdaya
semua harta benda yang eyang punya tak ada guna
semuanya akan eyang tinggalkan juga
ketika eyang pergi nanti
sebaiknya eyang pergi dengan tenang
dengan sebuah ending yang baik
khusnul khotimah
seharusnya
makanya eyang sayang
sebaiknya eyang memohon ampun pada Tuhan yang maha kasih maha sayang
juga minta maaf pada orang orang
yang pernah pernah terdzolimi eyang
juga bila ada
harta benda yang eyang sekeluarga punya
bila ternyata haram asalnya
kembalikan saja
toh eyang tak bisa bawa juga
selamat tidur eyang
semoga eyang mendapatkan happy ending
Saturday, November 24, 2007
abe
memang "rada" bandel sih, plat nomer mobilnya aja "69". Coba itu.......
Abe rajin sekali nulis bulletin di friendster, biasanya yang tanya jawab gitu, dengan judul yang sengaja dibikin sensasionil, dasar abe......
Abe juga temen oom di yahoo messenger, tapi dia jarang online, sibuk dengan fs dan imeem nya.
Abe seneng banget sama lagu lagu arab.
Hari ini oom kaget sekali baca shoutout di friendster nya :
Abe kecelakaan !
Mobilnya hancur 70%. Tangan kirinya patah, katanya.
Inna lillahi wa inna ilayhi rojiuuun.....
semoga cepat sembuh ya be.
Thursday, November 22, 2007
APAKAH YANG PALING MAHAL DALAM HIDUPMU?
apakah itu
sesuatu yang paling mahal dalam hidupmu?
"waktu"
jawabku tanpa ragu.
akan kucari
bahkan akan kucuri
semua harta benda
seisi dunia
hanya untuk membayar satu menit saja waktuku
dari masa lalu
agar dapat kukatakan sesuatu yang belum sempat kukatakan
agar dapat kulakukan sesuatu yang belum sempat kulakukan
tapi ternyata sang waktu
lebih mahal dari semua itu
tidak ada sesuatupun yang sepadan dengan harganya
tidak ada seorangpun yang mampu membayarnya
tidak juga aku
Sunday, November 11, 2007
PREMAN KAMPOENG FAMILY
Di desa Toso, kabupaten Batang, Jawa tengah, ada sebuah keluarga preman, terdiri dari Warsani, sang ayah dan tiga anak lelakinya Trimo, Taryono, dan Sutikno.
Keluarga ini menjadi momok buat seluruh warga desa, mereka sering menyebabkan pertengkaran, membuat onar, merusak tanaman, mengancam penduduk lain, pokoknya trouble maker family deh.
Seluruh penduduk desa tidak ada yang berani melawan, dan tidak berani melapor pada pihak aparat desa maupun kepolisian, mereka merasa laporannya tidak akan di tanggapi, alias dicuekin.
Setelah bertahun tahun hidup dalam suasana terror yang mencekam, sebagian warga desa ada yang mengungsi, pindah ke desa lain.
Tapi akhirnya seluruh penduduk desa itu tidak tahan lagi.
Dengan senjata seadanya, berupa clurit, pedang, batu, kayu dan lain lain, SELURUH warga desa mengepung rumah keluarga preman itu.
Taryono dan Sutikno berhasil kabur, dan hingga kini belum diketahui keberadaannya, tapi sial buat warsani dan Trimo, mereka pun dihajar babak belur dikerubuti orang sekampung, sampai tewas. Sadis.
Polisi akhirnya menangkap 19 orang warga desa yang dijadikan tersangka tewasnya Ayah dan anak itu.
Tapi walaupun sudah tidak ada Warsani dan trimo, sebagian penduduk desa yang hidupnya bertani, masih takut bekerja di sawah ladangnya.
Suasana Terror masih belum hilang, walaupun Godfather desa itu sudah mati dibantai warga.
(Selamat hari pahlawan 10 November 2007, masih ada ga sih pahlawan kita?)
Thursday, October 25, 2007
tentang surat cinta yang belum sempat dibaca
diterbangkan angin dari atas lemari
tempatnya selama ini sembunyi
Surat itu untukku
dari dia
istriku
surat itu
surat cinta
yang belum sempat dibaca
Surat yang lama dilupa
tanganku bergetar memungutnya
perlahan kubuka
dan kubaca
"waktu mas baca surat ini....
Begitu isinya
"semoga adik tidak ada didekatmu"
adik tidak mau mas malu
mas
sudah lama adik mau
mengingatkanmu
Mas kawin darimu dulu
selalu kupakai
dalam setiap sholatku
dan Alquran nya juga
selalu kubawa dan kubaca
setiap sempat
tapi mas
adik sedih melihatmu
mas sekarang menjadi budak sang waktu
sejak bangun hingga tidur lagi
mas selalu tak punya waktu
mas hanya sibuk mengejar waktu
Tak sempat sekalipun berbalas surat lagi denganku
itulah mas
yang membuat adik pergi meninggalkanmu
waktu tak perlu diburu
biarkanlah dia mengalir seperti air
adik rindu mas ku yang dulu
yang rajin menasehatiku
yang sabar mengajariku
yang membuatku hijrah menjadi muslimah
walaupun harus menerima amarah
sumpah serapah
dari mamah dan papah
adik rindu mas yang dulu
mas yang tak punya apa apa tapi mas milikku
sekarang mas berubah
Mas sekarang punya segalanya
tapi mas kehilanganku
Tuesday, October 16, 2007
menghitung pahala
kalo melakukan sesuatu, walau ibadah sekalipun
terus mengharapkan dan menghitung hitung pahala.
Maluuuu banget.
Seolah yang dilakukan itu ada pamrihnya.
Rasanya jadi ga "lillahi ta'ala" lagi.
Sama juga kalo oom ngitung laporan toko, yang namanya ngitung laba tuh paling anti.
Bukannya ga mau tau, tapi oom lebih suka ngitung prosesnya, transaksinya, otomatis hasil akhirnya kan laba juga.
Begitu juga ibadah, menurut oom lho, ga pantes kita ngitung pahalanya, biarin kita jalanin aja prosesnya, nanti juga pasti ada hasil akhirnya, yang ga bakal di curangin :D
Bukan apa apa sih, cuma kan selama ini kita ga pernah disuruh bayar apa apa.
Semuanya gratis, hidup, nafas, tidur, bangun, makan, mandi, pipis, melihat pemandangan, menikmati fasilitas kehidupan, all free, ga pake bayar.
Coba kalo harus bayar, berapa duit tuh.
Dari lahir sampe sekarang.
Makanya oom malu banget kalo ngitungin pahala yang ga seberapa, dibandingkan nikmat yang sudah diterima.
Ga nahan deh malunya.
