ROBBIGHFIRLI WALIWALIDAYYA WARHAMHUMA
KAMA ROBBAYAANI SHOGHIIRO
i love you abah.....
aku mencoba mengingat dan mencatat detik demi detik waktu yang kulalui ketika sempat
Buat Hr & Vira selamat ya, doakan bang iwan nyusul......masih nyari makmum nih :D
galang rambu anarki anakku
lahir kala
galang rambu anarki dengarlah
Lumpur sidoardjo mengepungmu
galang rambu anarki ingatlah
tangisan pertamamu ditandai bbm
membumbung tinggi
Reff:
maafkan kedua orangtuamu
kalau tak mampu beli susu
bbm naik tinggi susu campur bakteri
gemah ripah loh jinawi
tukang ojek bunuh diri
galang rambu anarki anakku
cepatlah besar matahariku
menangis yang keras, janganlah ragu
tinjulah mukanya si mentri yang bahlul itu
doa kami di nadimu
BUZZ!!!
oom iwan: ya?
putri: buat apa conference nya?
oom iwan: conference tuh buat ngobrol bareng
putri: aduh!!!
putri: smua orang juga tauu..
oom iwan: ko nanya?
putri: conference buat ngobrol bareng.. aku juga ga stupid2 banget sampe nanya conference buat apa
oom iwan: bukannya itu pertanyaan kamu?
putri: tadi tuh invite aku masuk conferencenya kenapa??
putri: tadi INVITE kaaann???
oom iwan: ya buat diajak ngobrol bareng
oom iwan: biar banyak temen
oom iwan: kalo ga mau ikut tinggal decline aja
oom iwan: so simple
putri: so hard talking to you..
putri: aku cuma nanya,...
putri: tadi aku diundang ke conference buat apa ya... (toh aku juga ga kenal sama sekali sama yang laennya..)
putri: malah dijawab yang ga jelas
putri: yaudahlah
putri: bye
oom iwan: bye
Namanya Eko Mujiono, tapi karena sewaktu kecil sakit sakitan diganti namanya jadi “Untung”.
Aslinya dari Cilacap, Jawa tengah.
Mas Untung tamatan Madrasah tsanawiyah, atau setingkat SMP.
Lulus sekolah tahun 1980 dia merantau ke
Kemudian dia kerja di warteg, Bantu Bantu aja, asal dapat makan dan tempat berteduh.
Ketika ada peluang jadi kuli bangunan, diapun ikutan. Dari situlah dia mulai bisa menabung sedikit sedikit buat modal.
Mas Untung seorang yang kuat tekad. Dia berniat mau jadi orang sukses dijakarta. Dia menolak jadi kere, apalagi jadi pengemis. Amit amit. Bikin malu desa aja.
Batinnya bilang, mendingan kelaparan di kampung daripada jadi pengemis di
Ketika modalnya dianggap cukup, Mas untung mulai rencana bisnisnya. Dia bikin gerobak beroda. Jualan nasi goreng keliling..
TRING ! diapun melihat peluang.
Dipanggilnya karib kerabat dari desa untuk menjadi asistennya, jualan nasi goreng keliling.
1 orang,
2 orang,
3 orang
sampai 7 orang akhirnya dia jadikan asisten. Masing masing bawa 1 gerobak. Dan wilayah operasionalnya pun di bagi, supaya ga saling rebutan langganan. Tiap 1 gerobak setorannya Rp. 25.000,- berarti 7 gerobak = Rp. 175.000,- sehari ! dan itu terjadi tahun 80an (sekitar 1984-85).
Dalam waktu singkat Mas untung pun kaya raya. Bukan hanya kaya harta, Mas untung ini juga kaya hatinya.
Itulah sebuah cerita sukses tukang nasi goreng keliling lulusan SMP.
Mas untung yang bernasib sama dengan namanya. Untung.