Showing posts with label dari bulletin friendster. Show all posts
Showing posts with label dari bulletin friendster. Show all posts

Sunday, October 28, 2007

TENTANG CINTA

Ada yang bertanya padaku
bagaimana membedakan "cinta" dan "bukan cinta".
Tidak sulit, kataku.
Lihat saja
reaksinya setelah dia dapat
apa yang dia
mau.
Kalau memang cinta, dia akan tetap ada disampingmu.
Kalau bukan cinta, dia akan mencari sejuta alasan
untuk pergi meninggalkanmu.

Sunday, 6 May, 2007 10:22 AM


Monday, October 08, 2007

KAKI HATI

Menari
hanya untuk mereka yang punya kaki.
Mencintai
hanya untuk mereka yang punya hati.
Menari dalam hati bukanlah menari.
Mencintai dengan kaki bukanlah cinta.


April 16, 2007

2 CINTA

Ada dua cinta.
Yang satu, getarannya dari hati.
Yang satu lagi,
getarannya lebih ke dekat kaki.

(14 APRIL 2007)

WAKTU

waktu tidak terasa nilai mahalnya
ketika kita tidak perlu waktu
waktu terasa lama rasanya
ketika kita sedang jemu
waktu seperti terbang tertiup angin kencang
ketika kita sangat membutuhkannya
waktu menyatukan kita
waktu memisahkan kita
waktu kita berpisah
waktu tak bisa di tunda
walau satu menit saja
begitu berharganya waktu
ingin rasanya kutukar dengan hidupku
agar dapat kusampaikan kata maaf ku
yang tak sempat kuucap
aku kehabisan waktu
waktu meninggalkanku
dalam dingin
dalam sesal
dalam sepi
begitu banyak kata di mulut tak dapat
terucap
waktu telah habis

(10 APRIL 2007)

MASA LALU MASA DEPAN

Masa lalu pasti berlalu.
Masa depan kan datang menggantikan.
Hari kemarin selipkan saja di buku harian.
Hari esok gapailah impian berjuta kesempatan.


(11 MARET 2007)

ied

aku ingin membuatmu menangis
menangis sungguhan
membuat matamu mengeluarkan airmata
juga kotoran
dari hati
juga dari prasangka
sampai bersih terkuras semua
sehingga di hari raya nanti
kita bersama
bisa makan ketupat dan sambal goreng
tanpa rasa benci tersisa dihati.
Minal aidin wal faidzin.
Mohon maaf lahir dan batin.


Sunday, 7 October, 2007 10:42 AM

kufur nikmat

ya....
kufur nikmat yang membuat manusia tak pernah bersyukur.
Tak bersyukur membuat manusia merasa tak pernah cukup,
selalu merasa kurang, ga berkah.
Solusinya gimana dong?
solusinya? ya..... bersyukurlah,
karena kalau kita bersyukur atas segala nikmat yang kita dapat,
nikmatnya akan di tambah,
begitulah katanya dalam AlQur'an,
dan AlQur'an ga pernah salah.



Saturday, 6 October, 2007 10:29 AM

Waria Sholat taraweh

Ada ada aja deh ih,
Bulletin malam RCTI melaporkan darikota Malang,
beberapa orang waria mengikuti ibadah sholat taraweh,
sebagian waria itu berpakaian lakilaki, sebagian lagi pakai mukena..... .
WEKS!!!!!
dasar anak anak malang.......

Friday, 5 October, 2007 1:47 AM

CALON PRESIDEN PILIHAN

"kang"
"ya oom"
"kang kabayan sudah baca koran?"
"tiap hari atuh oom, kan akang juga sudah lulus kejar kejaran paket A" :D
"kalo gitu kang kabayan tau dong soal capres 2009"
"oh soal capres ? tau atuh oom, kan sudah rame tuh"
"iya ya kang, padahal pemilu masih 2tahun lagi, tapi yang mau jadi presiden sudah banyak"
"muhun oom, ada Ibu Mega, ada pa gubernur, ada pa kyai dur, sama eta pa JK juga mau jadi capres katanya"
"iya, yang lain juga masih banyak sih kang yang mau, tapi masih malu malu"
"eta para capres teh niatnya pasti buat mensejahterakan rakyat ya oom?"
"ga tau deh kang, mungkin juga kali"
"tapi akang mah sudah punya calon presiden sendiri oom"
"o ya? saha kang?"
"Orangnya sederhana oom, tapi berani, ga takut sama Amerika, jadi ga bakal bisa didikte, trus orangnya teh sederhana pisan, ga mungkin mau korupsi deh pastinya"
"ah masa kang? masih ada yang seperti itu zaman sekarang?"
"eta si oom, nya ada atuh....., orangnya kecil oom, tapi nyalinya gede pisan"
"Jadi penasaran nih, saha sih itu calon presiden pilihan kang kabayan?"
"eta kang Ahmad"
"kang Ahmad saha ari si akang?"
"kang Ahmadinejad"

Thursday, 4 October, 2007 5:01 AM

Ramadhan jangan pergi........ pliss

Ramadhan berlalu cepat sekali
hari ini sudah 18 hari
sebentar lagi
Ramadhan pergi
meninggalkan kita di kegelapan lagi
di rutinitas dosa lagi
di kesibukan fana lagi
Ramadhan selalu terasa nikmat
tidurnya nikmat
sahurnya nikmat
sholatnya nikmat
ngajinya nikmat
buka puasanya nikmat
bahkan laparnya nikmat
Ramadhan
masih adakah untukku tahun depan?
Ya Alloh beri hamba kesempatan
berjumpa lagi dengan Ramadhan
tahun depan
pliss

Sunday, 30 September, 2007 11:33 AM

IQRO - bacalah

Di puncak Gunung Hira,
- sebelah utara Mekah -
terletak sebuah gua,
gua hira.
Malam ini, 17 Ramadhan 14 abad yang lalu,
Jibril datang dan berkata:
“Bacalah !”
Jawab Nabi, ”Aku tidak pandai membaca.”
Kata Nabi selanjutnya menceritakan,
Aku ditarik dan dipeluknya sehingga aku kepayahan.
Kemudian aku dilepaskannya dan disuruhnya pula membaca.
“Bacalah !” katanya.
Jawabku, “Aku tidak pandai membaca".
Aku ditarik dan dipeluknya pula sampai aku kepayahan.
Kemudian aku dilepaskannya dan disuruhnya pula membaca,
”Bacalah!”
Kujawab,”Aku tidak pandai membaca.”
Aku ditarik dan dipeluknya untuk ketiga kalinya,
kemudian dilepaskannya seraya berkata:
“Iqra bismi rabbikalladzi khalaq.
Khalaqal Insana min ‘alaq
Iqra! Wa rabbukal akram,
alladzi allamal bil qalam,
allamal insaana maa lam ya'lam
(Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan.
Yang menjadikan manusia dari segumpal darah.
Bacalah! Demi Tuhanmu yang Maha pemurah.
Yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam.
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya)
Malam itu wahyu pertama diturunkan...
Friday, 28 September, 2007 2:09 PM

JANGAN putus asa

meskipun ada segunung hutang ga tau
musti dibayar pake apa,
meskipun nyari kerja ga dapet juga,
meskipun duit yang dulu banyak sekarang entah pergi kemana,
meskipun beberapa masalah baru datang lagi menumpuk dengan masalah yang lama
dan ga tau apa solusinya,
meskipun hidup makin berat
bahkan rasanya mungkin lebih enak hidupnya narapidana di penjara,
meskipun tekanan seberat gajah menjepit dada,
meskipun meskipun meskipun kepala terasa sangaaaaaat panas
dan terasa akan meledak,.........JANGAN putus asa.
Tutup matamu, bukalah mata hatimu,
curhat deh padaNYA, ceritakan semua,
dan mintalah solusinya.
Dunia cuma taman permainan


Friday, 28 September, 2007 10:50 AM

gossip seputar tulisan 4jji

Akhir akhir ini banyak beredar gossip seputar tulisan 4jji atau 4]]I yang katanya berarti for jesus judas and isa almasih atau injil.
Buat muslimin dan muslimah, itu cuma issue.
Asalnya mungkin dari orang iseng.
Kalo ada yang nulis 4jji atau 4]]I pasti maksudnya adalah untuk menuliskan ALLOH dalam bentuk yang mirip tulisan dalam bahasa arabnya,
BUKAN seperti yang di gossipkan.
Jangan mau dibodohi oleh gossip seperti itu.
Mungkin ada segelintir orang yang tidak suka umat islam punya identitas seperti itu, mungkin mereka maunya umat islam nulisnya sama seperti tulisan mereka: allah, atau tuhan allah.
So, be smart ya saudaraku semuanya.
Jangan cepat percaya gossip.Dan kalo dapat forward message yang ujungnya ada ancaman celaka dll,
jangan perdulikan, delete aja langsung.
kalo memang ada pesan yang kliatannya penting, cek dulu kebenarannya.
Wassalam.


Wednesday, 26 September, 2007 6:34 AM

suatu malam di bulan ramadhan chatting with ode

oom iwan: lagi makan bubur nih de
ode: kang ada jamaah online yg bisa ngasih tau apa yg di ucapin di refrain lagu analik ini kang?
ode: bubur naon jam sakiyeu?
oom iwan: mcd
ode: bubur mc d? bubur naon? bubur burger?
ode: bubur yam?
ode: ayam?
oom iwan: bubur ayam
ode: mangkok na jiga chucky kang?lucu...:
iyah
ode: ayam na gede keneh kang?
ode: sabraha sa mangkok kang?
ode: hrsnya di tambahin belakangnya kang. .. buryam, nyam, nyam, nyam....
oom iwan: 5000
ode: ulang lagi analik..........asiiiiiiiiiiiiiiiiiiik..........
ode: kang atos di imah ya?
ode: wah sakit raos na buryam, nyilit terus nih akang.....
oom iwan: ngunyahnya ga pake geraham de
oom iwan: pake gigi depan
oom iwan: jadi nyangkut mulu
ode: oooh.... msh sakit rahang?
ode: ada gigi bungsu kali kang.... emil pernah tuh ada gigi bungsu paling belakang.. .. ampun sakitnya....
oom iwan: ototnya de
ode: kebanyakan baca email jokes yg dari india teya meureun....
oom iwan: udah ga ada
ode: salah bantal apa kang?
oom iwan: ujian tambahan puasa de
oom iwan: tiap tahun ada aja
oom iwan: tahun lalu mata
ode: iya... allah ngasih bonus buatbang iwan....
oom iwan: khusus iwan doang
ode: biar puasa nya ditingkat khawashul khawash
oom iwan: paan tuh?
ode: puasa yg paling khusus. kan ada puasa 'am (umum), ada puasa khawash(khusus), dan puasa khawashul khawash (paling khusus)
ode: ktnya puasa 'am cuma perut dan mulut... puasa khawash perut, mulut, dan anggota badan... puasa khawashul khawash perut, mulut, anggota badan,pikiran, dan hati.
ode: lengkap dah...
ode: hehehehe
oom iwan: sama otot rahang juga ya de
ode: huahahahahahaha

Monday, 24 September, 2007 11:45 PM

Saturday, October 06, 2007

kapan ya Rasululloh?

oom tadi dengar khotib cerita.
Suatu hari ketika Rasululloh hendak mengimami sholat berjamaah, seorang arab badui mendekati Rasululloh dan bertanya:
"Ya Rasululloh, kiamat itu, kapankah akan terjadi?"
Rasululloh tidak menjawab, dan langsung sholat.
Selesai sholat Rasululloh bertanya, "siapakah yang tadi bertanya kapan kiamat?"
"Aku ya Rasululloh" jawab si arab badui.
"Apa yang sudah kau siapkan untuk hari kiamat itu?" Tanya Rasululloh.
"Tidak ada ya Rasululloh" jawab siarab badui, "Aku hanya punya cinta untuk ALLOH dan Rasulnya".
Rasululloh menjawab: "Di surga nanti,kau akan bersama dengan orang yang kaucintai"
Para sahabat yang lain tercengang, "apakah hanya dia ya Rasululloh?"
"Tidak," jawab Rasululloh, "semua umatku yang mencintai ALLOH dan Rasulnya akan bersamaku nanti disurga, juga seluruh umatku nanti,
sepeninggalku"

Saturday, 22 September, 2007 2:01 AM

cerpen "pinter" dari KOMPAS MINGGU

KOMPAS MINGGU 16 SEPTEMBER 2007Penafsir Kebahagiaan<>Eka KurniawanPik irnya anak-anak itu menjual jatahmereka kepada seorang lelaki setengahbaya yang memperkenalkan dirinyabernama Markum. Lelaki itu munculbegitu saja di satu sore, masuk sertaduduk di sofa sambil menenteng koperkecil. Siti membayangkan salah satudari anak-anak itu juga meminjamkankunci apartemen kepadanya. Mendengarseseora ng masuk, Siti segera keluardari kamar dan menyambutnya:Selamat sore." Markum terkejut danmemandang ke arah Siti. Namun Sitisegera berlalu menuju lemari es,bertanya ia mau minum apa. Markum agaktergeragap dan meminta sekaleng minumansoda. Siti membuka sekaleng minuman danmenyodorkanny a kepada Markum. Dibukanyajendela , membiarkan angin lembutCalifornia menyibak tirai. Setelahminum, Markum tampak lebih tenang danbertanya:"Sejak kapan Jimmi membawamu ke sini?""Sudah hampir enam bulan."Marku m mengangguk-angguk kecil,mengelus dagunya sendiri, lalu agakragu kembali bertanya, "Berapa Jimmibayar kamu?""Ah, berapalah gaji pembantu?" tanyaSiti dengan senyum genit.Jadi kamu pembantu, pikir Markum.Ia tak pernah membayangkan dirinyabakal pergi ke Amerika. Ia hanya pernahmembayangk an bisa pergi ke Arab, atauHongkong, untuk bekerja sebagaipembantu rumah tangga. Kini Amerikamemberiny a visa selama enam bulan."Lihat lah sisi baiknya: kamu bisaliburan selama enam bulan di Amerika.Melihat salju dan kalau beruntung,berken alan dengan Julia Roberts," katapemuda itu, terus terngiang-ngiangseperti bujukan setan.Nama pemuda itu Jimmi. Tipikal anakorang kaya yang dikirim bapaknya untuksekolah ke Amerika, tapi tak ada tanda-tanda ia bakal menyelesaikan pendidikanapa pun. Tawaran Jimmi terdengar agaksinting, namun sekaligus memberinyasejeni s pengharapan: ia diminta menjaditeman tidur enam mahasiswa, enam haridalam satu minggu, dan bebas di hariterakhir. Untuk semua itu ia tak perlumemikirkan visa, tiket, tempat tinggal,makan, dan bahkan memperoleh bayaransebulan sekali.Tentu saja awalnya ia melihat adasejenis muslihat dalam tawaran tersebutdan menatap Jimmi dengan sedikit ragu-ragu. Jimmi meyakinkannya bahwa inihanya bisnis biasa. Ada untung, adarisiko."Bapakku ngamuk karena sekolahku takjuga rampung, aku butuh tambahan duit.Ini bisnis. Lima orang temanku akanmembayarku untuk apa yang bakal kamulakukan, kamu dapat tiket, visa, tempattinggal, makan dan jajan. Itu saja."Ia masih tak yakin dan kembalibertanya, "Untuk itu kenapa kalian,enam orang pemuda sinting ini, harusmembawa perempuan dari Jakarta?"Jim mi mengembuskan napas dan berkatasejujurny a, "Pelacur Amerika, hmm, kamutahu, mahal.""Jadi itu alasannya. Mahal dan murah.""Itu kalau kamu mau," kata Jimmi buru-buru.Otak bisnisnya boleh juga, pikirnya.Itu malam pertama mereka bertemu. Jimmibukan salah satu pelanggan. Meskipunbegitu, ketika Jimmi muncul ditemaniseorang temannya, seolah ia sudahmengetahui tempat tersebut. Barangkalipelang gan lama, pikirnya. Mungkin tigaatau empat tahun lalu, sebelum keAmerika, sering mampir ke tempat ini.Saat itu Jimmi memilih-milih di antaraperempuan- perempuan yang menunggu disofa, dan sekonyong menunjuk dirinya.Lalu di dalam kamar, Jimmi tak langsungmengajak nya bercumbu, malahanmengajuka n tawaran untuk pergi keAmerika tersebut."Gi mana?" tanya Jimmi."Kupik irkan dulu satu malam.""Baik lah. Jadi, siapa namamu?""Luc y.""Kita sedang berbisnis, beri tahu akunama aslimu.""Sit i."Jimmi naik ke tempat tidur dan mulaimembayangka n Siti tinggal diapartemennya, serta uang yang akandisetorkan teman-temannya, empat kalidalam sebulan. Jika ia membutuhkanlebih banyak uang, ia bisa menjualjatahnya sendiri ke mahasiswa lain, dimalam Jumat. Tanpa tertahan iatersenyum sendiri."Aku mau ke Tahoe, main ski," kataJimmi kepada Siti. Meskipun ia nyaristak pernah pergi sekolah, ia merasaberhak untuk menghabiskan liburan musimdingin dengan pergi main ski, sepertimahasiswa lainnya. "Kamu jaga rumah.Kamu tetap dibayar, tak peduli merekamau pakai atau tidak. Tak peduli merekapergi liburan atau tidak."Itu artinya aku harus tetap siap sediadari Senin sampai Sabtu, pikir Siti.Itu tak masalah buat Siti. Setelahmemutuska n untuk menerima tawaran Jimmidan berangkat ke Amerika, ia menemukanpekerja an yang harus dilakoninya takseberat yang pernah dibayangkannya.B ahkan ini lebih ringan daripada yangpernah dijalaninya di Jakarta. Jimmibenar, di sini ia memperoleh bonusmelihat salju (satu kali akhir pekanmenjelang musim dingin ini, merekamengajakny a ke Seattle untuk membuatnyameliha t salju), meskipun belum jugabisa berkenalan dengan Julia Roberts.Tak apa.Di Jakarta hidupnya tak lebih baik.Tiga tahun ia habiskan di satu tempatpelacuran di daerah Kota, dan tampaknyaakan terus begitu hingga tiga atauempat tahun ke depan. Ia belum tahupasti apa yang akan menghentikannyad ari pekerjaan tersebut. Menjadipenjahit di industri garmen seperti duatemannya, hanya akan membuatnyabertah an hidup lima belas hari setiapbulan. Pergi ke Arab, ia takut pulangbabak belur dipukul majikan, seperti dikoran. Jadi apa salahnya ia memperolehseling an selama enam bulan ke Amerika?Jimmi bilang, jika bisnis merekalancar, ia akan memperpanjang visa Sitiuntuk enam bulan seterusnya." Tapi jika teman-temanmu, atau bahkankamu, mulai bosan denganku?" tanyaSiti."Gampang mencari lima pelanggan baru.Ada ribuan mahasiswa Indonesia di sini.Dan jutaan lelaki," kata Jimmi. "Lagipula, kalau seorang suami betahmeniduri istrinya selama lima puluhtahun, kenapa kami harus bosanmenidurimu selama enam bulan?"Siti tahu, meskipun Jimmi bukan anakgenius, dalam perkara begini ia sangatpintar.Di apartemen tersebut mereka hanyatinggal berdua, masing-masingmem peroleh sebuah kamar. Jika teman-teman Jimmi datang, mereka akanlangsung tinggal di kamar Siti. Merekapunya malamnya sendiri, hanya bolehditukar atas kesepakatan di antaramereka. Demikian aturannya. Jimmisendiri akan merayap ke kamar Siti dimalam Jumat. Kadang-kadang memang Jimmimerayap pula di siang hari lain. KarenaSiti merasa Jimmi memperlakukannyadengan baik, ia tak terlalu keberatan.La in waktu, ada juga anak lelaki lainmuncul di malam tertentu, di luar Jimmidan teman-temannya. Ini bisa terjadijika salah satu dari keenam anak itumenjual jatahnya ke teman yang lain.Itu boleh dan itu aturan yang sudahdisepakati sejak awal."Mungki n mereka pergi berlibur, tapitak ada yang menjamin mereka takmenjual jatahnya ke anak-anak lain,atau bapak-bapak lain. Jadi selama akupergi ke Tahoe, kamu tetap di rumah.Siapa tahu ada yang datang. Nantikubawakan oleh-oleh," kata Jimmi.Siti hanya mengangguk dan segeramembantu Jimmi memasukkan papan skiRossignol ke dalam bagasi mobil.Sesaat setelah Jimmi pergi ke Tahoe,Siti menyadari ia kebobolan. Ia hamil.Ia tak perlu pergi ke dokter untuk tahudirinya hamil. Dengan agak panik iamencoba menghubungi telepon genggamJimmi, tapi tak tersambung. Setan kecilitu barangkali mematikan telepongenggamny a. Ia semakin panik menyadaribahwa ia tak bisa menentukan, siapabapak anak itu. Satu dari enam anak, iatak tahu yang mana. Mereka akan salingmelempar, dan tak seorang pun akanmengakuinya. Jimmi pernah bilang, "Jaga dirimu,jangan sampai bunting. Menggugurkankand ungan atau melahirkan hanya membuatbisnis kita berantakan, masih untungkalau enggak ditahan polisi federal."Ia pernah menggugurkan kandungan duakali di Jakarta, tapi tak tahu harusberbuat apa di Amerika.Saat itulah Markum kemudian muncul.Dalam keadaan kalut, gagasan jahatselalu berada di puncak seluruhpikiran. Jika selama liburan ini hanyaada seorang lelaki yang menidurinya,akan lebih mudah buat Siti untukmenentukan siapa ayah untuk bayi didalam perutnya. Bahkan meskipun tidakuntuk dilahirkan, paling tidak ia bisamenuntut seseorang untukmengembalik annya ke Jakarta danmenggugurkan kandungan di sana."Kalau mau istirahat dulu, berbaringsaja di kamar Siti," katanya memulailangkah pertama. Para pelanggan baru,orang-orang yang menggantikan jatahteman-teman Jimmi, cenderung lambat dantak mengerti aturan mainnya. Siti jugaharus agak sabar menghadapi orang macambegini."Ah, aku istirahat di kamar Jimmisaja," kata Markum gelagapan."E nggak bisa. Jimmi bisa marah-marah.Lagi an kamar Jimmi selalu terkunci.""K alau begitu, di sofa saja." Markummencoba tidak memandang Siti."Mana bisa? Apa kata Jimmi dan teman-temannya? Ayolah."Saat itu juga Siti menarik tanganMarkum dengan lembut. Dengan romandungu yang tak dimengertinya sendiri,Markum membiarkan dirinya digiring kekamar Siti.Markum duduk di pojok tempat parkiran,tak jauh dari Jimmi yang masihmemegangi lebam di bibirnya. Pipi Jimmiagak pecah dan berdarah. Markum takmemerhatikan Jimmi, menerawang kelangit, dan bergumam seperti bicarasendiri."Kamu tahu, telah lama aku takberhubungan dengan perempuan."J immi tahu dan tak membantah maupunmengomenta rinya."Entah kenapa, ketika sore itu iamenyentuh tanganku, aku mengikutinya.Tib a-tiba aku sudah berada di kamarnya,berbari ng bugil di sampingnya."Markum tampak berkaca-kaca, Jimmi masihmenutup mulut."Tadin ya aku mau tinggal di FourSeasons, sudah booking jauh-jauh hari.Aku datang ke apartemen hanya untukmenengokmu. Akhirnya aku malahmemutuskan untuk tinggal di kamar Siti.Jangan tertawakan aku. Meskipun iahanya seorang pembantu, ia cantik dantidak bodoh. Aku nyaris tak pernahkeluar kamar maupun apartemen selamasepuluh hari itu. Ia memperlakukankud engan sangat baik dan penuh kasih."Tentu saja, gumam Jimmi dalam hati, iadibayar untuk itu."Lalu kemarin ia bilang hamil""Apa?" Jimmi terpekik, mencoba berdiridan memandang Markum. "Hamil?""Ya, hamil. Dan aku bilang akanbertanggung jawab. Aku akanmenikahinya. ""Enggak bisa. Papa enggak bolehmengawininy a. Papa enggak tahu itu anaksiapa," kata Jimmi sambil berdiri didepan Markum."Saat itu aku tak tahu kalau perempuanitu simpanan kalian, sampai aku kembalidari 7 Eleven dan menemukanmu tengahbugil di atas tubuh Siti."Saat itu Jimmi baru pulang dari Tahoe.Saat itu Jimmi benar-benar sedangmerindukan tubuh Siti. Meskipun harimasih sore, Jimmi membujuk Siti untukmau bercumbu dengannya. Akhirnya merekamasuk ke kamar Siti. Markum sedangmembeli satu pak rokok ke 7 Eleven didepan apartemen, dan saat pulangmenemukan anaknya bergumul denganperempuan yang baru saja dalam rencanahendak dinikahinya.Markum langsung menggiring Jimmi ketempat parkir dan menonjoknya.Selebihnya adalah apa yang kemudianditulis oleh San Francisco Chroniclemengena i kelakuan orang-orang Indonesiadi satu sudut Los Angeles ini dalamsebuah artikel berjudul Interpreter ofHappiness. Penafsir Kebahagiaan. Entahkenapa judulnya begitu, kenyataannyatak ada yang benar-benar bahagia diakhir kisah tersebut.Dal am keadaan kalut, Jimmi dan Markummembuang Siti dalam perjalanan dari LosAngeles ke Las Vegas. Di keterpencilanMoj ave Desert, Siti nyaris matiterpanggang dan kedinginan di sana,sebelum ditemukan polisi patrolidelapan hari kemudian. Lima harisetelah itu, Markum dan Jimmi ditangkapdi bandara setelah mencoba melarikandiri. Bersama lima mahasiswa lainnya,mereka menjadi tahanan polisi federal.Siti ditampung oleh Konsulat Indonesia,dan entah saran siapa, Sitimempertahank an bayi itu. Markumakhirnya bersedia bertanggung jawabsecara finansial atas bayi tersebut,untuk mengurangi hukumannya. Namunketika dilahirkan, semua orang sepakat,bayi itu ternyata mirip Jimmi."Aku tak tahu apakah harus memanggilnyaanak atau cucu," gumam Markum, masihagak kesal."Aku tak keberatan menganggapnya adik,"kata Jimmi.Saat itu Markum benar-benar inginmenonjok Jimmi untuk kedua kalinya.

Sunday, 16 September, 2007 9:57 AM

pesan Nabi

Hidup bagaikan garis lurus,
tak pernahkembali ke masa lalu
Hidup bukan bulatan bola yang tiada ujung dan tiada pangkal
Hidup ini merangkak terus, semakin mendekat ke titik terakhir
setiap langkah hilanglah jatah menikmati hidup nikmat di dunia
Pesan nabi tentang mati
jangan takut mati karna pasti terjadi
Setiap insan pasti mati, hanya soal waktu
Pesan nabi tentang mati
janganlah minta mati datang kepadamu
dan janganlah kau berbuat menyebabkan mati

Tiga rahasia Illahi yang berkaitan dengan hidup manusia
Kesatu tentang kelahiran
Kedua tentang pernikahan
Ketiga kematian
Penuhi hidup dengan cinta,
ingatkandiri saat untuk berpisah
Tegakkan sholat lima waktu dan ingatkan diri saat disholatkan
Pesan Nabi jangan takut mati meski kau sembunyi, dia menghampiri
takut lah pada kehidupan sesudah kaumati
Renungkanlah itu
(bimbo)

Saturday, 15 September, 2007 6:28 AM

Trus yang godain kita siapa dong?

Kalo iblis dan gengnya di ikat selama ramadhan, trus yang ngegoda kita siapa? Yang mancing emosi kita siapa?
Cuma ada 1 jawaban logis : kita ketularan !!!!!

Friday, 14 September, 2007 12:52 PM

THE LAST RAMADHAN

ada seorang kawan mengucapkan salam
dan menyampaikan selamat berpuasa,
dia juga bertanya : "apa nie persiapannya?"
oom jawab : "niat"
niat memperbaiki hidup......
tapi kemudian oom merenung,
kalo cuma niat sih blom cukup, harus ada action,
usaha menjalankan niat tadi.
Ramadhan selalu punya kenangan berbeda tiap tahunnya.
Oom berhenti ngerokok pas Ramadhan tahun 1988, dan sampe sekarang udah brenti total !
Ga pernah nyobain ngerokok lagi walau sebatang.
Buat yang sering ngerokok pasti tau susahnya brenti ngerokok, tapi alhamdulillah oom bisa,
dan itu terjadi waktu Ramadhan.
Oom merasakan keringnya hati di siram sejuknya haru juga di bulan Ramadhan,
beberapa tahun yang lalu, ketika jiwa terasa kering tanpa rasa, Oom mendengar lagunya Bimbo, "aisyah adinda kita",
lagu itu sudah sering dengar sebelumnya,
tapi entah kenapa di Ramadhan waktu itu
lagu itu bikin basah hati dan pipi oleh air mata, tapi sesudahnya legaaaaaaaa banget.
banyak kenangan yang lain yang oom dapat tiap Ramadhan.
Tahun ini entah ada apa lagi, yang pasti tahun ini sudah ga ada Abah dan ga ada Mamah.
Tapi alhamdulillah oom dapat banyak keponakan yang baik di ym dan fs ini,
alhamdulillah.
Nikmat rasanya kalo bisa bermanfaat.
Ramadhan tahun ini mungkin Ramadhan kita yang terakhir,
oom mau menjalaninya sebaik mungkin, sebaik mungkin.
Selamat menjalankan ibadah Shaum ya,
semoga kita termasuk golongan orang yangberuntung.
Mohon maaf kalo selama ini oom ada salah ya.
Wassalamu alaykum.

Monday, 10 September, 2007 3:42 PM

Kerja itu cuma selingan, Untuk menunggu waktu shalat...(dicopy dari posting group jammaah)

Meskipun hati masih meraba-raba, apa mungkin Pak Azis mampu membuat kios internet , dalam bentuk serupa dengan anjungan tunai mandiri dan dari kayu pula, dengan segera saya menuju kebengkel workshop Pak Azis.Setelah beberapa kali keliru masuk jalan, akhirnya saya menemukan bengkel Pak Azis, yang kini ternyata sudah didampingi sebuah masjid. Pak Azis pun tampak awet muda, sama seperti dulu,hanya pakaiannya yang sedikit berubah. Kali ini dia selalu memakai kopiah putih. Rautnya cerah, fresh,memancarkan kesan tenang dan lebih santai. Beungeut wudhu-an ( wajahsering wudhu), kata orang sunda. Selalu bercahaya. .Hidayah Allah ternyata telah sampai sejak lama, jauh sebelum Pak Azis berkecimpung dalam berbagai dinamika kegiatan Islam. Hidayah itu bermula dari peristiwa angin puting-beliung,yang tiba-tiba menyapu seluruh atap bengkel workshop-nya, pada suatu malam kira-kira lima tahun silam. "Atap rumah saya tertiup angin sampai tak tersisa satupun. Terbuka semua."cerit a Pak Azis."Padahal nggak ada hujan, nggak ada tanda-tanda bakal ada angin besar. Angin berpusar itupun cuma sebentar saja."Batin Pak Azis bergolak setelah peristiwa itu.. Walau uang dan pekerjaan masih terus mengalir kepadanya, Pak Azis tetap merasa gelisah, stres & selalu tidak tenang. "Seperti orang patah hati, Ndra. Makan tidak enak,tidur juga susah."cerita Pak Azis lagi.Lama-ke lamaan Pak Azis menjadi tidak betah tinggal di rumah dan stres. Padahal, sebelum kejadian anginputing-beliung yang anehnya hanya mengenai bengkel workshop merangkap rumahnya saja, Pak Azis merasa hidupnya sudah sempurna. Dari desainer grafis hingga jadi arsitek. Dengan keserbabisaannya itu, pak Azis merasa puas dan bangga, karena punya penghas ilan tinggi. Tapi setelah peristiwa angin puting-beliung itu, pakAzis kembali bangkrut, beliau bertanya dalam hati : "apa sih yang kurang"apa salahku " ? Akhirnya pak Azis menekuni ibadah secara mendalam"Seperti musafir atau walisongo, saya mendatangi masjid-masjid di malam hari.. Semua masjid besar dan beberapa masjid di pelosok Bandung ini, sudah pernah saya inapi." Setahun lebih cara tersebut ia jalani, sampai kemudian akhirnya saya bisa tidur normal, bisa menikmati pekerjaan dan keseharian seperti sediakala."Bahkan lebih tenang dan santai daripada sebelumnya." "Lebih tenang ?Memang Pak Azis dapet hikmah apa dari tidur di masjid itu?""Di masjid itu 'kan tidak sekedar tidur,Ndra. Kalau ada shalat malam,kita dibangunkan, lalu pergi wudhu dantahajjud. Karena terbiasa,tahajjud juga jadi terasa enak. Malah nggak enak kalau tidak shalat malam, danshalat-shalat wajib yang lima itu jadi kurang enaknya, kalau saya lalaikan . Begitu, Ndra.""Sekarang tidak pernah terlambat atau bolong shalat-nya, Pak Azis ?""Alhamduli llah. Sekarang ini saya menganggap bhw yg utama itu adalah shalat . Jadi, saya dan temen-temen menganggap kerja itu cuma sekedar selingan aja.""Selingan ?"
"Ya, selingan yang berguna. Untukmenunggu kewajiban shalat, Ndra."Untuk beberapa lama saya terdiam, sampai kemudian adzan ashar mengalun jelas dari masjid samping rumah PakAzis. Pak Azis mengajak saya untuk segera pergi mengambil air wudhu, dan saya lihat para pekerjanya pun sudah pada pergi ke samping rumah,menuju masjid. Bengkel workshop itu menjadi lengang seketika. Sambil memandang seluruh ruangan bengkel,sambil berjalan menuju masjid di samping workshop, terus terngiang-ngiang di benak saya: "Kerja itu cuma selingan, Ndra. Untukmenunggu waktu shalat..."Sepulangnya dari tempat workshop, sambil memandang sibuknya lalu lintas di jalan raya, saya merenungi apa yang tadi dikatakan oleh Pak Azis. Sungguh trenyuh saya, bahwa setelah perenungan itu, saya merasa sebagai orang yang sering berlaku sebaliknya.Ya, saya lebih sering menganggap shalat sebagai waktu rehat, cuma selingan, malah saya cenderung lebih mementingkan pekerjaan kantor. Padahal sholat yang akan bantu kita nantinya ...( sungguh saya orang yangmerugi..)Kadang-kadang waktu shalat dilalaikan sebab pekerjaan belum selesai, atau rapat dengan klien dirasakan tanggung untuk diakhiri.Itu lah penyebab dari kegersangan hidup saya selama ini. Saya lebihsemangat dan habis-habisan berjuang meraih dunia, daripada mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan kekal di akhirat nanti. Padahal dunia ini akan saya tinggalkan.. juga ..........kenapa saya begitu bodoh..Saya lupa, bahwa shalat adalah yang utama.Mulai saat itu saya berjanji untuk mulai shalat di awal waktu..
Saturday, 8 September, 2007 3:16 PM
NB: di ambil dari postingnya Faris di group jammaah friendster